Sel Punca Dapat Ubah Sel Kanker Menjadi Sel Normal
📅 Rabu, 13 Nov 2024, 06:25 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: afp/ THOMAS COEX
Asisten Profesor Huanhuan Joyce Chen dan sarjana pascadoktoral Abhimanyu Thakur menjelaskan jenis pengobatan menggunakan sel punca yang disebut terapi diferensiasi. Pengobatan ini berfokus pada upaya membujuk sel kanker agar menjadi sel normal.
Bagaimana sel menjadi kanker adalah proses yang masih coba dipahami sepenuhnya oleh para peneliti. Umumnya, sel normal tumbuh dan berkembang biak melalui pembelahan sel yang terkendali, di mana sel-sel lama dan rusak digantikan setelah mati oleh sel-sel baru.
“Terkadang proses ini berhenti bekerja, menyebabkan sel-sel mulai tumbuh tak terkendali dan berkembang menjadi tumor,” kata kedua ilmuwan dalam artikel yang dipublikasikan di laman The Conversation.
Secara tradisional, pengobatan kanker seperti kemoterapi, imunoterapi, radiasi, dan pembedahan berfokus pada pembunuhan sel kanker. Namun, jenis pengobatan lain menggunakan sel punca yang disebut terapi diferensiasi berfokus pada upaya membujuk sel kanker agar menjadi sel normal.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami adalah peneliti yang mempelajari bagaimana sel punca, atau sel yang belum matang yang dapat berkembang menjadi berbagai jenis sel, berperilaku dalam kondisi sehat dan sakit. Kami percaya bahwa sel punca dapat memberikan pengobatan potensial untuk semua jenis kanker dengan berbagai cara,” kata dia.
Sel punca adalah sel yang tidak terspesialisasi, artinya sel punca pada akhirnya dapat menjadi salah satu dari berbagai jenis sel yang membentuk berbagai bagian tubuh. Sel punca dapat mengisi kembali sel-sel di kulit, tulang, darah, dan organ lain selama perkembangan, serta meregenerasi dan memperbaiki jaringan saat rusak.
Ada berbagai jenis sel punca. Sel punca embrionik adalah sel pertama yang awalnya terbentuk setelah sperma membuahi sel telur, dan dapat menghasilkan semua jenis sel lain dalam tubuh manusia. Sel punca dewasa lebih matang, artinya sel punca dapat menggantikan sel yang rusak hanya pada satu jenis organ dan memiliki kemampuan terbatas untuk berkembang biak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peneliti dapat memprogram ulang sel punca dewasa, atau sel yang berdiferensiasi, di laboratorium untuk bertindak seperti sel punca embrionik. Karena sel punca dapat bertahan hidup lebih lama daripada sel biasa, sel punca memiliki kemungkinan yang jauh lebih tinggi untuk mengakumulasi mutasi genetik yang dapat mengakibatkan hilangnya kendali atas pertumbuhan dan kemampuan regenerasinya.
“Inilah sebabnya mengapa banyak tumor mengandung subpopulasi kecil sel yang berfungsi seperti sel punca. Sel punca kanker ini dianggap bertanggung jawab setidaknya sebagian atas inisiasi, perkembangan, metastasis, kekambuhan, dan resistensi pengobatan kanker,” terang kedua peneliti.
Bukti yang terkumpul juga menunjukkan bahwa sel punca kanker dapat berdiferensiasi menjadi beberapa jenis sel, termasuk sel nonkanker. Para peneliti memanfaatkan fakta ini melalui jenis pengobatan yang disebut terapi diferensiasi.
Konsep terapi diferensiasi berasal dari pengamatan para ilmuwan bahwa hormon dan sitokin, yang merupakan protein yang memainkan peran penting dalam komunikasi sel, dapat merangsang sel punca untuk menjadi dewasa dan kehilangan kemampuannya untuk beregenerasi.
“Oleh karena itu, memaksa sel punca kanker untuk berdiferensiasi menjadi sel yang lebih dewasa selanjutnya dapat menghentikan mereka (sel kanker) dari perkembangbiakan yang tidak terkendali, sehingga mereka menjadi sel normal,” ujar dia.
Terapi diferensiasi telah berhasil dalam mengobati leukemia promielositik akut, kanker darah yang agresif. Dalam kasus ini, asam retinoat dan arsenik digunakan untuk memblokir protein yang menghentikan sel myeloid, sejenis sel darah yang berasal dari sumsum tulang, agar tidak sepenuhnya matang. Dengan membiarkan sel-sel ini sepenuhnya matang, mereka kehilangan sifat kankernya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!