Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Empat Desa di Sulteng Terendam Banjir

📅 Kamis, 13 Mar 2025, 23:21 WIB | Oleh:
Empat Desa di Sulteng Terendam Banjir Doc: Antara

Palu - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melaporkan empat desa di provinsi ini terendam banjir karena intensitas curah hujan tinggi, dan sedang melakukan koordinasi untuk penanganan di lapangan.

1741882022_13eaf810596f5a1d88ee.jpg

"Berdasarkan laporan yang kami terima, banjir terjadi di Kabupaten Donggala dan Parigi Moutong," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sulteng Andy Sembiring di Kota Palu, Kamis malam.

Ia menerangkan banjir terjadi di Desa Balau, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala dan Desa Tomini Barat, Ogoansam dan Bambasiang, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong.

Andy mengatakan peristiwa banjir di Kabupaten Donggala terjadi pada sekitar pukul 15.30 WITA karena curah hujan tinggi yang menyebabkan air sungai meluap merendam pemukiman warga. Begitu pula banjir merendam tiga desa di Kabupaten Parigi Moutong pada sekitar pukul 18.00 WITA.

Menurut dia, pihaknya masih berkoordinasi dengan tim reaksi cepat (TRC) BPBD kabupaten setempat, yang saat ini juga melakukan koordinasi dengan aparat desa dan melakukan asesmen.

Namun, kata dia berdasarkan asesmen sementara, tiga kepala keluarga (KK) dan tiga unit rumah terdampak banjir di Desa Balau.

Sementara itu, dua unit fasilitas pendidikan terendam banjir, tanggul sungai Popa jebol, dan jumlah rumah warga terendam masih dalam pendataan di Desa Tomini Barat.

Ia mengatakan sekitar 50 unit rumah terdampak banjir di Desa Ogoansam, dengan 30 unit rumah rusak berat dan 50 KK terdampak. Sementara enam rumah warga terdampak banjir di Desa Bambasiang, dimana empat rumah warga hanyut.

"Sekitar 50 KK yang terdampak saat ini mengungsi ke daerah pegunungan. Selain itu, akses jalan Desa Ogoansam ke Desa Bambasiang terputus," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa kebutuhan mendesak saat ini adalah logistik sembako. Meski demikian, hujan sudah mulai reda, namun banjir masih merendam rumah warga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

25 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

34 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.