Demi 11 Anaknya, Elon Musk Bangun Kompleks Hunian Mewah Rahasia Senilai Rp550 Miliar
📅 Kamis, 07 Nov 2024, 15:30 WIB | Oleh: Lili LestariNamun Grimes meninggalkan rumah itu beberapa saat kemudian. Penyanyi asal Kanada itu dilaporkan kesal dengan hubungan Musk dan Zilis.
Pada tahun 2021, Musk mendonorkan spermanya kepada Zilis tanpa sepengetahuan Grimes, tepat pada waktu yang hampir bersamaan ketika sang milarder dan pacarnya yang seorang bintang pop tengah menantikan kelahiran anak kedua yang dikandung melalui ibu pengganti.
Zilis melahirkan anak kembar pada akhir tahun 2021, hanya beberapa minggu sebelum putri Grimes lahir, menurut biografi Musk yang ditulis oleh penulis Walter Isaacson.
Grimes mengetahui bahwa Musk telah menjadi ayah dari anak Zilis sebulan setelah anak kembar Zilis lahir, demikian laporan surat kabar tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penyanyi itu semakin terasingkan oleh fakta bahwa Musk memberi nama salah satu anak perempuan yang dilahirkan Zilis, Valkyrie, yang kabarnya adalah nama yang dipilih Musk dan Grimes untuk putri mereka, menurut Times.
Zilis akhirnya mengubah nama putrinya, sementara Grimes memilih nama lain untuk anaknya.
"Seorang gadis yang dikutuk dengan nama putriku sekarang akan menanggung malu ibunya," tulis Grimes dalam tweet yang sekarang telah dihapus.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada saat kelahiran anak-anak itu, Grimes dan Zilis tinggal di Austin dan mengasuh anak-anak mereka bersama Musk.
Namun Grimes pindah dari kota itu pada musim panas 2023 setelah mengajukan tindakan hukum terhadap Musk yang mencari hak asuh anak-anak mereka.
Meskipun Grimes telah pergi, Musk terus mengumpulkan properti yang bersebelahan dengan harapan dapat mewujudkan visinya tentang kompleks tempat ke-11 anaknya dapat tinggal bersama.
Justine Musk pertama kali bertemu Elon Musk ketika mereka masih mahasiswa di Universitas Queen di Kingston, Ontario, Kanada.
Mereka menikah pada bulan Januari 2000 setelah pindah ke Area Teluk San Francisco, tempat Elon Musk memperoleh penghasilan jutaan pertamanya setelah menjual perusahaan rintisan daring Zip2.
Pasangan itu menyambut putra pertama mereka, Nevada Alexander Musk, pada tahun 2002. Namun bayi itu meninggal karena sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) pada usia 10 minggu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!