Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ARTSUBS Manjakan Penggemar Seni Kontemporer Surabaya

📅 Kamis, 07 Nov 2024, 06:20 WIB | Oleh:

Absennya ruang-ruang non-komersial yang bisa menghadirkan karya-karya seni bagi publik, misalnya museum seni rupa, di kota-kota besar kita menunjukkan hal itu. 

Dengan langkah yang saksama, ARTSUBS berhasrat mengisi kekosongan ini. Surabaya adalah kota terbesar kedua di Indonesia yang hingga sekarang belum memiliki pameran besar berskala nasional. Sesungguhnya Surabaya memiliki sumber 
daya yang sangat besar untuk ikut mendekatkan seni rupa kontemporer ke tengah masyarakat—juga sebaliknya. 

'Kekayaan seni rupa kita sudah semestinya berjalan seiring dengan gaya hidup dan kebutuhan masyarakat yang kian cerdas dan bermartabat. Sudah jamak bahwa kota- kota besar di dunia ini mempunyai pameran besar seni rupa yang dibanggakan ke 
dunia luas, dan Surabaya juga seharusnya demikian," ujarnya. 

Menurut Nirwan Dewanto sebagai kurator, ARTSUBS yang diancangkan terselenggara ajeg setiap tahun ini semoga bisa dibanggakan sebagai pesaing bagi pameran-pameran besar sejenis di Jakarta dan Yogyakarta. "Niscayalah Surabaya bisa menjadi salah satu situs terpenting pertumbuhan seni kontemporer Indonesia. Yaitu, untuk membarengi perannya sebagai satu sentra penting pertumbuhan ekonomi nasional."

ARTSUBS akan menjadi representasi, pemetaan, dari kerja seni rupa kontemporer Indonesia. Di sini, keragaman akan sangat menonjol. Baik dalam hal bentuk, medium, dan gagasan artistik. Dengan demikian, sesuai dengan kenyataan di medan seni rupa itu sendiri, seni lukis akan sangat dominan, sebab memang demikianlah proporsi praktiknya dibandingkan cabang-cabang seni rupa yang lain.

“Namun, kami menyadari bahwa jangkauan seni rupa kontemporer itu cukup luas, beraneka, dan berlapis-lapis. Maka medium, material dan objek yang kami pilih adalah  bisa saja tak terbatas. Tapi yang diarahkan oleh si penggubah sebagai karya seni,” terang Nirwan. 

Dengan demikian, medium yang lazimnya dalam seni rupa modern dianggap sebagai bukan-seni, misalnya sebagai kriya atau desain, termasuk di dalamnya, sejauh sudah melompat dari kefungsiannya. Penekanan pada medium dan bahan ini sangat 
ditekankan pada kurasi dan seleksi.
Yang pasti, seniman-seniman yang telah terpilih adalah mereka yang sudah punya reputasi tinggi (established), yang sedang tumbuh pesat (emerging) dan yang mulai meraih reputasi (emerging-established), maupun yang pendatang baru. 

“Ramuan ini kami anggap penting untuk merangsang pertumbuhan seni rupa kita ke arah-arah yang baru. Para seniman itu berkarya di wilayah-wilayah yang ditengarai sangat giat dewasa ini, yaitu Bali, Bandung, Jakarta, Surabaya dan Malang (dan beberapa kota di Jawa Timur), Yogyakarta, dan daerah-daerah lain,” tegas Nirwan. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Ekonomi
Sompo Indonesia selenggarak...
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.