Militer Filipina Latihan Rebut Pulau di LTS
📅 Rabu, 06 Nov 2024, 02:59 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: AFP/TED ALJIBE
MANILA - Militer Filipina pada Senin (4/11) memulai latihan tempur selama dua pekan yang akan mencakup latihan perebutan sebuah pulau di Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang disengketakan dan kemungkinan latihan militer itu akan mengundang kecaman dari Tiongkok.
Lebih dari 3.000 personel angkatan darat, laut, dan udara Filipina akan ambil bagian dalam manuver tersebut, yang menurut pejabat militer Filipina tidak ditujukan terhadap negara mana pun.
Tiongkok telah memperluas kekuatan militernya dengan cepat dan menjadi semakin berani dalam menyatakan klaim teritorial di LTS, yang hampir seluruhnya diklaim oleh Beijing. Ketegangan tersebut telah menyebabkan konfrontasi yang lebih sering, terutama dengan Filipina dan Vietnam, meskipun sengketa teritorial yang sudah berlangsung lama tersebut juga melibatkan Malaysia, Indonesia, Brunei, dan Taiwan.
“Misi kami hari ini sangat jelas yaitu untuk mempersiapkan diri secara komprehensif guna menanggapi setiap ancaman eksternal yang mungkin menantang kedaulatan kami,” kata pemimpin Angkatan Bersenjata Filipina, Jenderal Romeo Brawner Jr, dalam upacara pembukaan latihan tersebut.
“Latihan tersebut akan mencakup latihan tembak langsung menggunakan artileri dan senapan serbu serta latihan pendaratan di pantai. Di LTS, pasukan Filipina akan melakukan simulasi perebutan kendali sebuah pulau,” kata Kolonel Angkatan Darat Filipina, Michael Logico, kepada wartawan tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketika ditanya bagaimana reaksi Tiongkok, Logico mengatakan ia memperkirakan pasukan Tiongkok akan melakukan pengawasan dari jarak jauh tetapi menambahkan mereka kemungkinan tidak akan melakukan tindakan bermusuhan.
“Mereka berada di garis depan latihan ini. Mereka akan mengawasi dan kami tidak keberatan,” kata Logico.
Tiongkok sebelumnya selalu menentang latihan tempur semacam itu di LTS, terutama jika melibatkan pasukan Amerika dan sekutu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintahan AS pimpinan Presiden Joe Biden telah bergerak untuk memperkuat aliansi militer di Indo-Pasifik guna melawan Tiongkok dengan lebih baik, termasuk dalam setiap konfrontasi pada masa mendatang terkait dengan Taiwan. Langkah-langkah AS tersebut sejalan dengan upaya Filipina untuk memperkuat pertahanan teritorialnya di tengah pertikaian yang telah berlangsung lama, terutama dengan Tiongkok di LTS.
Wacana Keamanan
Sementara itu Menteri Pertahanan Filipina, Gilberto Teodoro, dalam sebuah forum keamanan di Manila pada Selasa (5/11) menyatakan bahwa wacana pengelompokan keamanan di Asia tenggara yang serupa dengan NATO, saat ini tidak mungkin dilakukan mengingat adanya perbedaan kepentingan dan aliansi di kawasan tersebut.
Ketika ditanya tentang prospek aliansi NATO di Asia tenggara, Teodoro mengatakan dalam sebuah forum keamanan bahwa dikotomi dan perbedaan kepentingan negara yang kompleks di Asean akan membuat pembentukan aliansi militer yang bersatu menjadi sulit.
Pernyataan tersebut muncul setelah Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, sebelum menjabat, telah melontarkan gagasan pembentukan NATO Asia. Menteri luar negeri Jepang kemudian mengatakan gagasan tersebut tidak ditujukan untuk melawan negara tertentu, ketika ditanya apakah gagasan itu ditujukan kepada Tiongkok.
Menhan Teodoro mengatakan bahwa ia lebih suka Asean mengakui bahwa Tiongkok telah bertindak melewati batas di LTS. “Mengakui beberapa prinsip atau beberapa reaksi terkait aktivitas ekspansif dan aktivitas ilegal Tiongkok di LTS merupakan langkah awal yang sangat baik dan itulah yang harus kita upayakan,” kata Teodoro. ST/AP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!