Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Apa Tujuan Pembangunan Ziggurat?

📅 Selasa, 05 Nov 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Apa Tujuan Pembangunan Ziggurat? Doc: Asaad NIAZI/AFP
Ket. Ziggurat.

Seperti halnya piramida di Mesir, ziggurat dibangun menjulang tinggi oleh berbagai kelompok budaya di pusat kota Mesopotamia selama dua milenium. Namun, apa tujuan banunan ini didirikan?

Wilayah Mesopotamia kuno adalah rumah bagi berbagai suku bangsa dengan asal usul, budaya, dan bahasa yang berbeda. Yang unik selama dua milenium, bangsa Sumeria, Babilonia, Asiria, dan Elam membangun bangunan menjulang tinggi yang dikenal sebagai ziggurat di pusat kota mereka.

Namun apa tujuan dibangunnya ziggurat di Mesopotamia sehingga penting bagi banyak budaya?

Ziggurat sendiri adalah rumah para dewa tetapi juga titik fokus kehidupan politik, sosial, dan ekonomi. Kata ziggurat modern berasal dari kata Akkadia kuno ziggarratu yang berarti menara kuil. Kata tersebut sekarang merujuk pada seluruh kompleks kuil. Meskipun istilahnya berasal dari bahasa Akkadia, ziggurat pertama kali dikembangkan oleh bangsa Sumeria pada milenium ketiga SM.

Ziggurat lebih dari sekadar bangunan bagi bangsa Mesopotamia karena ziggurat merupakan simbol kepercayaan agama mereka yang sangat kuat. Para sarjana modern percaya bahwa ziggurat melambangkan gunung dan puncak tempat tinggal para dewa berada. Bangunan ini biasanya didedikasikan untuk dewa pelindung kota.

Orang-orang Mesopotamia menamai ziggurat mereka dan melalui nama-nama itulah para sarjana modern menentukan simbolisme ini. Misalnya, ziggurat Dewa Enlil di Kota Nippur dikenal sebagai “Rumah Gunung”, “Gunung Badai”, dan “Ikatan antara Langit dan Bumi”.

“Untuk memahami mengapa ziggurat bertahan lintas waktu dan budaya, penting untuk memahami tujuannya,” tulis Jared Krebsbach, seorang doktor sejarah yang khusus mempelajari sejarah ziggurat Mesopotamia pada laman The Collector.

Bagi kota-kota yang memiliki ziggurat, bangunan tersebut berfungsi sebagai titik fokus aktivitas kota. Ziggurat terutama berfungsi sebagai tempat tinggal para dewa dan biasanya didedikasikan untuk dewa kota dan berfungsi sebagai pusat pemujaan mereka.

Sebagian besar ziggurat terletak di pusat kota dan juga berada di pusat kompleks kuil yang jauh lebih besar. Di pusat ziggurat itu sendiri biasanya terdapat patung pemujaan dewa. Patung pemujaan tersebut merupakan gambaran fisik dewa, yang diyakini sebagai avatar duniawi mereka.

Misalnya, Dewa Marduk dikaitkan dengan Kota Babilonia. Ketika para pendeta Marduk mengembangkan ritual, mereka juga membangun kompleks kuil dan ziggurat, menjadikan Babilonia sebagai pusat pemujaan Marduk. Masyarakat umum hanya diizinkan masuk ke kompleks kuil bagian luar. Hanya para pendeta tinggi yang dapat mengunjungi bagian paling atas bangunan tersebut. Hal ini karena selain berfungsi sebagai titik fokus pemujaan tertentu, ziggurat merupakan pusat aktivitas non-religius, meskipun di Timur Dekat kuno, agama merasuki segalanya.

Para pendeta di Timur Dekat kuno merupakan anggota masyarakat yang paling terdidik. Mereka juga bekerja sebagai dokter, ilmuwan, sejarawan, dan juru tulis. Jadi kompleks kuil Mesopotamia ini berfungsi sebagai sekolah juru tulis dan observatorium astronomi.

Ziggurat juga memiliki tujuan politik. Raja-raja baru seringkali memulai proyek pembangunan yang ambisius untuk melegitimasi kekuasaan mereka, terutama jika mereka adalah raja pertama dari dinasti baru. Selain mencetak kemenangan propaganda, pembangunan ziggurat baru dapat menciptakan kohesi sosial.

Pekerja ziggurat baik yang terampil maupun tidak terampil, direkrut dari penduduk dalam sistem kerja rodi. Meskipun para pekerja tidak punya banyak pilihan dalam hal ini, mereka dan keluarga mereka diberi kompensasi. Sebagian besar orang pada saat itu akan memuja dewa yang menjadi tujuan pembangunan ziggurat, dan para pekerja akan sangat bangga melihat hasil akhir mereka.

Aktivitas konstruksi juga akan menjadi berkah ekonomi bagi kota tersebut, karena ribuan pekerja dibutuhkan. Akhirnya, jika seorang raja baru mewarisi ketidakstabilan politik, membangun ziggurat akan menjadi metode yang baik untuk mengalihkan pikiran rakyat dari masalah mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Naomi Siap Hadapi Elise Mertens

59 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.