Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dekan Fakultas Kedokteran Unair Dukung Program Presiden Prabowo Turunkan Kasus TBC

📅 Senin, 04 Nov 2024, 00:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dekan Fakultas Kedokteran Unair Dukung Program Presiden Prabowo Turunkan Kasus TBC Doc: ANTARA/Tri Meilani Ameliya
Ket. Tangkapan layar - Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) Prof Dr Budi Santoso dalam diskusi bertajuk "Isu-isu Krusial yang Dihadapi Pemerintahan Prabowo Subianto: Bidang Kesehatan", sebagaimana dipantau di Jakarta, Minggu (3/11/2024) malam.

Jakarta - Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) Prof Dr Budi Santoso menyatakan mendukung program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terkait dengan penurunan jumlah kasus tuberkulosis (TBC).

"Tentu kita mendukung ini dan kita mengetahui bahwa target di tahun 2029 nanti, angka prevalensi sudah di bawah 50 per 100 ribu dan 2045 nanti 5 kasus TBC per 100 ribu," kata Prof Budi dalam diskusi bertajuk "Isu-isu Krusial yang Dihadapi Pemerintahan Prabowo Subianto: Bidang Kesehatan", sebagaimana dipantau di Jakarta, Minggu malam.

Menurut dia, usaha penurunan jumlah kasus TBC itu berperan penting dalam meningkatkan usia harapan hidup masyarakat Indonesia, sehingga visi Indonesia menjadi negara maju Indonesia Emas pada 2045 pun dapat tercapai.

"Jadi inilah usaha yang saya pikir harus tetap kita perkuat, harus tetap kita tunjang bersama-sama. Kita lakukan dukungan agar program pengurangan TBC yang sudah sangat besar ini bisa berhasil," katanya.

Diketahui, Presiden dan Wakil Presiden periode 2024-2029 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menjadikan upaya penurunan kasus tuberkulosis sebagai salah satu inisiatifnya di bidang kesehatan.

Pemerintahan Prabowo-Gibran diketahui akan menyelenggarakan program pemeriksaan kesehatan gratis, penurunan kasus TBC sebanyak 50 persen dalam lima tahun, dan membangun rumah sakit (RS) yang lengkap dan berkualitas di kabupaten.

Menurut laman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), meskipun TB dapat dicegah dan diobati, pada 2022 sebanyak 10,6 juta orang menderita TB, dan 1,3 juta orang di antaranya meninggal karena penyakit itu. Diketahui, TB adalah penyakit infeksius paling mematikan kedua setelah COVID-19, selain HIV dan AIDS.

Oleh karena itu, mengeliminasi TB pada tahun 2030 menjadi salah satu target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs????).

Adapun dari laman resmi TB Indonesia terdapat sebanyak 1.060.000 orang yang mengidap tuberkulosis, dengan angka kematian 134 ribu per tahun. Kemudian, terdapat 31 ribu orang yang mengalami Tuberkulosis Resistan Obat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
Luar Negeri
Belarus Cemas Jumlah Latiha...
Luar Negeri
Insiden Maut Chiang Rai: Te...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.