Tren Belanja Iklan Media Sosial Indonesia 2024 Meningkat
📅 Minggu, 03 Nov 2024, 22:47 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Koran Jakarta / Selocahyo
OSLO - Meltwater, perusahaan pemantauan media daring dari Norwegia, bersama We Are Social, baru-baru ini merilis laporannya tentang Laporan Digital Global 2024 untuk Indonesia "Statistik Media Sosial di Indonesia".
Dikutip dari situs resminya, perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Oslo ini menemukan bahwa masa depan media sosial Indonesia pada tahun 2024 dapat membantu merek dan pemasar menavigasi era digita ini.
"Meskipun keterlibatan dengan kampanye pemasaran digital menurun, total investasi dalam belanja iklan digital meningkat, yang menunjukkan batas baru yang menjanjikan tetapi menantang bagi koneksi merek," ungkapnya.
Menurut Meltwater, kini saatnya bagi para pemasar untuk mengevaluasi kembali strategi mereka guna memanfaatkan media sosial dan kebiasaan belanja konsumen Indonesia. "Dengan pengguna media sosial Indonesia yang terus menggunakan ponsel untuk mengakses internet dan menghabiskan lebih banyak uang untuk aplikasi dan pembelian dalam aplikasi, strategi digital memiliki jalur yang jelas untuk diikuti."
"Ada lingkungan yang menguntungkan bagi pemasaran influencer karena orang Indonesia berada di media sosial sejak awal, dengan orang-orang ini menjadi suara yang dapat diandalkan dan dikenal yang memengaruhi gagasan dan perilaku pelanggan," tuturnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Meltwater, erusahaan kini perlu melampaui pengukuran konvensional dan fokus pada pengembangan iklan serta inisiatif pemasaran yang sesuai dengan selera masing-masing audiens Indonesia. "Ini berarti tidak hanya menerima fitur unik dari setiap platform, seperti fokus TikTok pada kebebasan berkarya dan penggunaan WhatsApp yang luas untuk media sosial Indonesia, tetapi juga memastikan bahwa kisah merek memiliki sesuatu yang baru dan segar untuk ditawarkan kepada konsumen."
Sentuhan personal tidak dapat disangkal penting karena Meltwater menggunakan data dari perilaku pengguna dan pola pengeluaran. Ulasan autentik, saran yang dapat dikenali, dan konten yang relevan adalah kunci untuk memenangkan hati pelanggan Indonesia. "Masa depan pemasaran media sosial di Indonesia terletak pada adaptasi terhadap kebiasaan digital penduduknya yang unik dan terus berubah," tegasnya.
Ekosistem yang hidup di mana koneksi digital membentuk fondasi interaksi dan perdagangan sehari-hari. Indonesia menonjol di kawasan Asia Pasifik (APAC) karena jejak digitalnya yang khas, fitur menonjol dari basis online-nya yang luas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Membahas nuansa lingkungan media sosial Indonesia memungkinkan pengiklan untuk lebih memahami dan terhubung dengan audiens yang dinamis dan beragam ini.
"Jika melihat statistik umum media sosial Indonesia tahun 2024, angka-angka tersebut menunjukkan bahwa penggunaan internet relatif tetap. Jumlah pengguna internet meningkat sedikit sebesar 0,8 persen, atau sekitar 1,5 juta lebih banyak dari tahun sebelumnya, sehingga menjadi 185,3 juta," ungkapnya.
Demikian pula, jumlah sambungan telepon seluler meningkat sebesar 0,7 persen, mencapai 353,3 juta, dengan tambahan 2,5 juta sambungan sejak tahun lalu. Karena beberapa orang mungkin memiliki lebih dari satu langganan telepon seluler untuk keperluan lain, seperti pekerjaan, rasio sambungan telepon seluler terhadap total populasi adalah 126,8 persen.
"Angka-angka ini menunjukkan pertumbuhan konektivitas digital Indonesia yang lambat tetapi konsisten, yang penting untuk memahami pola penggunaan media sosial dan internet saat ini," kata Meltwater.
Statistik penggunaan internet di Indonesia
Waktu harian yang dihabiskan menggunakan internet berdasarkan Laporan Digital Global 2024 untuk Indonesia. Seperti yang dapat dilihat dari data yang dikumpulkan mengenai statistik penggunaan internet di Indonesia pada tahun 2024, telah terjadi sedikit penurunan dalam jumlah waktu yang dihabiskan orang untuk online. Selama setahun terakhir, telah terjadi penurunan sebesar 1 persen, atau 4 menit , dalam jumlah waktu rata-rata yang dihabiskan untuk online di semua perangkat setiap hari. Namun, lebih dari dua pertiga penduduk Indonesia memiliki akses ke internet, karena lebih dari 66,5 persen penduduk negara ini menggunakannya secara teratur.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!