Soal Judi Online, Waki Ketua DPR Sebut Dampak Sosialnya Sangat Dahsyat
📅 Sabtu, 02 Nov 2024, 12:08 WIB | Oleh: Tim PenulisUntuk itu, Cucun mengimbau agar satuan pendidikan turut ikut berpartisipasi dalam pemberantasan judi online melalui edukasi masif tentang bahaya permainan judi online dan meningkatkan program-program edukatif prestasi agar anak-anak bisa mengurangi aktivitas bermain gadget.
"Tentunya pengawasan orangtua juga menjadi faktor penting di sini. Anak-anak harus selalu dalam pengawasan ketika berselancar internet, apalagi judi online ini sudah mulai banyak masuk melalui berbagai platform digital," sebut Cucun.
Cucun juga mendorong unsur perangkat lingkungan seperti RT/RW dan warga untuk ikut mengawasi anak-anak di sekitar rumahnya.
"Karena sekarang muncul fenomena anak-anak kumpul di pos RW atau pos-pos warga untuk memanfaatkan wifi gratis. Ini perlu juga dipantau aktivitas yang dilakukan mereka," ujar anggota dewan yang juga bertugas di Komisi III DPR itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Cucun, warga bisa turut mengawasi anak-anak dalam aktivitas sehari-hari mereka, misalnya ketika hendak berangkat salat ke masjid. Ia menyebut, peran orang dewasa sangat penting untuk membantu anak terhindar dari jerat judi online.
"Peran serta tokoh agama dan tokoh masyarakat juga dibutuhkan. Bukan untuk anak-anak saja, tapi juga bagi masyarakat umum untuk ikut mensosialisasikan bahaya judi online. Biasanya tokoh agama dan tokoh masyarakat lebih banyak didengar," ungkap Cucun.
Legislator dari Dapil Jawa Barat II itu juga menyoroti fenomena judi online yang memang menyebabkan dampak turunan, terutama masalah-masalah sosial di tengah masyarakat. Cucun mengatakan, peningkatan konflik dalam keluarga menjadi salah satu dampak utama dari judol di mana ketegangan sering kali meningkat akibat masalah keuangan dan perilaku adiktif yang ditimbulkan oleh judi online.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Judi online sering menyebabkan perselisihan rumah tangga karena akhirnya uang yang seharusnya untuk menafkahi keluarga seperti kebutuhan harian keluarga dan pemenuhan gizi anak justru habis untuk judol," tukasnya.
Berdasarkan laporan Pemerintah, 3 kota/kabupaten terpapar atau mempunyai transaksi judi online tertinggi di Indonesia, yaitu Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta serta Kota Bogor dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ketiga wilayah itu juga mencatatkan angka perceraian yang tinggi. Perceraian banyak pasangan terjadi akibat jeratan judi online.
Misalnya di Bogor, Pengadilan Agama setempat mencatat ada 496 pasangan suami istri bercerai sepanjang semester I-2024. Salah satu penyebab perceraian itu adalah perilaku pasangan yang terjerat judol. Meski demikian, faktor penyebab cerai akibat judi online tidak berdiri sendiri atau sebagai penyebab tunggal.
Dari perkara yang ditangani, alasan perceraian karena berbagai faktor seperti pasangan terjerat judol dan ditambah alasan penyerta lainnya seperti terjerat pinjaman online (pinjol). Ada pula alasan judol memunculkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
"Inilah salah satu dampak nyata judi online di kehidupan sosial masyarakat, mengamcam ketahanan keluarga Indonesia. Judol berujung ke pinjol, sampai lari ke masalah ekonomi dan bahkan ke kasus KDRT. Kondisi ini sangat bahaya," kata Cucun.
Cucun mengatakan, judi online yang menyebabkan perceraian tidak hanya berdampak terhadap suami atau istri, tetapi juga masa depan anak.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!