Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemlu RI Sebut 79 WNI Sudah Dievakuasi dari Lebanon

📅 Jumat, 01 Nov 2024, 00:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemlu RI Sebut 79 WNI Sudah Dievakuasi dari Lebanon Doc: ANTARA/Nabil Ihsan
Ket. Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Judha Nugraha (kanan) dalam taklimat media di Jakarta, Kamis (31/10/2024).

Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan bahwa sudah ada 79 WNI yang dipulangkan ke Tanah Air dari Lebanon dalam sejumlah gelombang repatriasi demi menghindari pemburukan situasi keamanan akibat eskalasi serangan Israel di negara tersebut.

"Hingga saat ini, 79 warga negara Indonesia serta satu WNA pasangan warga negara kita, telah berhasil kami evakuasi dari Lebanon," ucap Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kemlu RI Judha Nugraha dalam taklimat media di Jakarta, Kamis.

Dengan demikian, jumlah WNI di Lebanon saat ini tersisa 85 orang. Judha mengatakanmayoritas dari mereka yang memutuskan bertahan di Lebanon adalah WNI yang menikah dengan warga setempat.

Ia pun memastikan tidak ada WNI yang terdampak dari serangan udara Israel ke Lebanonmaupun ke Iran, yang saat ini terus berlanjut secara intensif.

Kemlu RI turut mencatat jumlah WNI yang masih berada di Iran ada 352 orang, dan yang berada di Israel maupun Palestina ada 235 orang - termasuk WNI relawan organisasi kemanusiaan MER-C yang bertahan di Jalur Gaza, kata dia.

Lebih lanjut, Judha mengatakan bahwa pihaknya terus mengimbau WNI yang masih bertahan di Lebanon, Iran, Israel, Palestina, serta Yaman untuk meningkatkan kewaspadaan, mengurangi pergerakan yang kurang penting, serta menghindar dari lokasi-lokasi rawan.

WNI di daerah-daerah tersebut juga diminta terus menjaga komunikasi dan mengikuti arahan kontinjensi yang telah disiapkan Perwakilan RI di negara masing-masing.

Terkait status keamanan di wilayah tersebut, Direktur PWNI Kemlu menyatakan bahwa seluruh kawasan Lebanon, Israel dan Palestina, serta empat provinsi di Suriah telah dinyatakan dalam kondisi Siaga 1 - status keamanan tertinggi - oleh masing-masing Perwakilan RI.

Sementara, KBRI Teheran menetapkan wilayah Iran ada dalam status keamanan Siaga 2, ucap dia.

Kemlu RI juga mengimbau supaya WNI menunda perjalanan ke Lebanon, Suriah, Iran, Israel dan Palestina, dan Yaman, serta mewaspadai potensi penundaan penerbangan akibat penutupan wilayah udara apabila penerbangannya singgah di wilayah Timur Tengah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.