Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prabowo Minta Perundingan IEU-CEPA Segera Diselesaikan

📅 Rabu, 30 Okt 2024, 00:02 WIB | Oleh:
Prabowo Minta Perundingan IEU-CEPA Segera Diselesaikan Doc: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Ket. Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta agar proses perundingan perjanjian kerja sama ekonomi Indonesia-Uni Eropa atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) segera diselesaikan.

"Arahan Presiden Prabowo ini supaya segera diselesaikan, supaya ini bisa ditandatangani," ujar Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai bertemu Presiden Prabowo, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/10).

Seperti dikutip dari Antara, dalam pertemuan dengan Prabowo tersebut, Airlangga melaporkan perkembangan proses perundingan IEU-CEPA, di mana masih ada tiga isu utama yang masih dibahas, terutama terkait perpajakan transmisi elektronik.

Presiden Prabowo, kata Airlangga, meminta agar hal tersebut dapat segera diselesaikan, mengingat proses pembahasan telah berjalan selama tujuh tahun. "Ini sebuah perjanjian yang sudah dibahas selama tujuh tahun dan ini menjadi PR agar segera kita bisa selesaikan," ujar Airlangga.

Pada September, Airlangga mengatakan proses perundingan IEU-CEPA tengah terhambat karena adanya pergantian kabinet di lingkup Uni Eropa.

Berjalan Alot

Dia menjelaskan proses negosiasi berjalan alot lantaran ada perombakan dalam jajaran pejabat di lingkup komisi Uni Eropa yang membuat adanya perubahan persyaratan bagi Indonesia.

Airlangga menyebut ada tiga isu utama yang diminta untuk segera diselesaikan. Pertama, pihak Uni Eropa menginginkan Indonesia melonggarkan kebijakan impor bagi produk-produk yang berasal dari Eropa.

Kedua, terkait kebijakan pembatasan ekspor berupa pengenaan bea keluar, serta ketiga mengenai perpajakan digital.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, menargetkan perundingan IEU CEPA dapat segera diselesaikan. "Secepatnya ya karena memang enggak mudah juga," ujarnya.

Mendag Budi mengatakan mundurnya penyelesaian IEU CEPA dari target yang telah ditetapkan lantaran terdapat beberapa persyaratan yang masih belum menemukan solusinya. Sampai saat ini, pemerintah Indonesia dan Uni Eropa masih terus berdiskusi untuk mencari jalan yang terbaik.

"Kalau kita ingin menyelesaikan kan, kita harus saling menguntungkan. Jadi, kita masih kaji lagi, mudah-mudahan ada solusinya segera," ucapnya.

Namun demikian, Budi menyampaikan penyelesaian perundingan tidak bisa dikerjakan secara terburu-buru. Kedua belah pihak harus saling mendapat keuntungan dari perjanjian dagang yang telah disepakati. Oleh karena itu, Indonesia dan Uni Eropa akan terus mencari solusi terbaik.

"Karena memang nggak mudah juga ya, tapi kan kita tidak mau kalau misalnya kita rugi atau gimana, kan harus ada solusinya," kata Budi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.