Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemutihan Utang Petani Masih Dibahas Bersama Pihak Terkait

📅 Selasa, 29 Okt 2024, 00:02 WIB | Oleh:
Pemutihan Utang Petani Masih Dibahas Bersama Pihak Terkait Doc: ANTARA/Muhammad Izfaldi
Ket. Hapus Utang I Petani membajak sawah di Kota Bengkulu, Bengkulu, Jumat (25/10). Pemerintah berencana akan menghapus utang kredit macet enam juta petani dan nelayan di perbankan melalui penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) pemutihan utang.

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan rencana pemutihan atau penghapusan utang atau kredit macet petani akan dibahas secara bersama- sama berbagai pihak. "Itu nanti kita bahas bersama lagi," kata Mentan, di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (28/10).

Mentan menyampaikan ketentuan penghapusan utang petani akan diatur melalui peraturan presiden, yang akan menjadi kabar baik bagi petani Indonesia. Didoakan saja semoga ada penghapusan utang. Seperti dikutip dari Antara, Mentan menyampaikan pembicaraan dengan lembaga keuangan akan dibahas lagi lebih lanjut.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengatakan pemerintah akan memikirkan solusi atas utang petani, nelayan serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di perbankan. "Insya Allah kalau memang itu sesuatu yang untuk kepentingan para petani, UMKM, pasti akan kita pikirkan," ujar Prasetyo usai mengikuti retret kabinet di Akademi Militer.

Menurut Mensesneg, hingga saat ini pemerintah belum secara khusus membahas terkait kredit macet petani dan nelayan di perbankan. Presiden Prabowo Subianto dikabarkan berencana menghapus utang kredit macet sedikitnya enam juta petani, nelayan, hingga UMKM di perbankan, melalui penerbitan peraturan presiden soal pemutihan utang.

Akses Pembiayaan

Pemutihan utang diharapkan dapat membuka kembali akses petani, nelayan, dan UMKM kepada pembiayaan perbankan. Sementara itu, Ketua Serikat Nelayan Indonesia (SNI), Budi Laksana, mengatakan petani dan nelayan menyambut baik rencana Presiden Prabowo memutihkan utang para petani dan nelayan. Selama ini, petani dan nelayan sangat kesulitan mengakses dana permodalan karena terkendala catatan pinjaman di perbankan sebelumnya.

"Banyak yang sifatnya sangat administratif yang tentu saja tidak bisa dipenuhi oleh para nelayan. Padahal, pertanian dan nelayan kan rata-rata padat karya, banyak sekali menyerap tenaga kerja, dari praproduksi sampai pascaproduksi. Mulai dari beli bahan bakar minyak, biaya angkutnya, warung sembako, dan pedagang-pedagang eceran saat nelayan membongkar hasil tangkapannya," paparnya.

Menurut Budi, pada dasarnya nelayan sangat membutuhkan modal dalam usahanya, dengan niatan ingin sekali membayar pinjaman. Nelayan kecil yang rata-rata melaut lima hari, itu saja membutuhkan biaya enam juta rupiah hingga tujuh juta rupiah sekali tripnya, tetapi saat melakukan pinjaman ke bank yang disetujui hanya dua juta rupiah sampai tiga juta rupiah dengan jaminan yang nelayan tidak punya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Naomi Siap Hadapi Elise Mertens

13 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Olahraga
Crysencio Summerville

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.