Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prabowo Dihadapkan Tantangan Besar Defisit Anggaran, Perlu Langkah Disiplin

📅 Senin, 28 Okt 2024, 14:53 WIB | Oleh:
Prabowo Dihadapkan Tantangan Besar Defisit Anggaran, Perlu Langkah Disiplin Doc: Foto : Koran Jakarta/Wahyu AP
Ket. Kawasan Kumuh di Pusat Kota Jakarta I Suasana kompleks permukiman kumuh di pusat kota Jakarta. Kebijakan fiskal pemerintah yang seharusnya bisa menghilangkan kawasan kumuh dengan pemerataan penghasilan, justru memperburuk ketimpangan sosial.

JAKARTA - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menghadapi tantangan berat dalam mengatasi defisit anggaran yang diperkirakan mencapai Rp 616 triliun pada 2025. Pengamat hukum dan pegiat antikorupsi, Hardjuno Wiwoho, mengungkapkan bahwa kondisi ini merupakan dampak kebijakan utang agresif yang dilakukan di era Presiden Joko Widodo, terutama untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur.

"Defisit anggaran ini adalah hasil akumulasi utang yang diambil pada masa Presiden Jokowi. Meski proyek-proyek tersebut berhasil mendongkrak pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek, pembiayaan utangnya kini menjadi beban bagi pemerintahan baru," ujar Hardjuno dalam keterangan pers, Senin (28/10).

Hardjuno menilai Prabowo menunjukkan komitmen yang kuat dalam rapat kabinet pertamanya, dengan menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang cermat. "Prabowo menekankan agar anggaran dikelola secara efektif, menghindari kebocoran, dan mencegah korupsi," kata Hardjuno, mengapresiasi langkah awal pemerintahan baru tersebut.

Untuk menangani defisit ini, Prabowo juga menyoroti pentingnya audit dan pengawasan ketat dalam penggunaan anggaran negara. "Pengawasan ini krusial untuk mengurangi beban fiskal akibat utang masa lalu. Program-program pembangunan dapat dilanjutkan, namun harus dipastikan tidak ada kebocoran anggaran," jelas Hardjuno.

Menurut Hardjuno, pemerintah perlu menjalankan kebijakan fiskal yang disiplin dan berhati-hati agar tidak memperburuk beban utang yang ada. "Langkah pengelolaan yang cermat ini penting bukan hanya untuk menekan defisit, tapi juga untuk membangun kepercayaan publik dan investor. Pemerintah harus memastikan bahwa anggaran benar-benar digunakan dengan bijak dan transparan," tambahnya.

Hardjuno juga menyoroti perlunya alokasi utang ke sektor produktif yang bisa berdampak positif bagi ekonomi nasional dalam jangka panjang. "Investasi di bidang pendidikan dan kesehatan, misalnya, akan membantu mengatasi defisit sekaligus membangun fondasi ekonomi yang lebih kokoh," ujarnya.

Ia menutup dengan menegaskan bahwa reformasi struktural dalam pengelolaan utang sangat penting untuk mencegah krisis fiskal di masa depan. "Pemerintah harus memastikan bahwa utang dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat luas, bukan hanya untuk proyek jangka pendek," pungkas Hardjuno.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.