Raja Charles Akui Sejarah 'Menyakitkan' Negara Persemakmuran
📅 Minggu, 27 Okt 2024, 10:03 WIB | Oleh: Tim PenulisMereka yang selamat dari pelayaran brutal akhirnya bekerja keras di perkebunan dalam kondisi yang tidak manusiawi di Amerika, sementara yang lain mendapat untung dari kerja keras mereka.
"Kita telah menunjukkan kemampuan yang tak tertandingi untuk melupakan sejarah menyakitkan yang telah mempertemukan kita dan duduk bersama sebagai pihak yang setara selama 75 tahun," ujar Sekretaris Jenderal Persemakmuran Patricia Scotland, seorang diplomat dan pengacara Inggris yang lahir di Dominika, dalam pertemuan tersebut.
Selama pertemuan puncak tersebut, negara-negara anggota juga diharapkan menandatangani Deklarasi Kelautan Persemakmuran, yang bertujuan untuk meningkatkan pendanaan guna memastikan kesehatan laut dan memperbaiki batas-batas maritim bahkan jika negara-negara kepulauan kecil pada akhirnya menjadi tidak layak huni.
"Apa yang ingin dilakukan dan dikatakan oleh Deklarasi Kelautan adalah bahwa setelah batas-batas laut ditetapkan, batas tersebut akan ditetapkan untuk selamanya," tutur Scotland kepada Reuters.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ini sangat penting karena akan memberikan harapan nyata bagi banyak orang yang ketakutan dan merasa tidak ada yang memperhatikan, tidak ada yang mendengarkan, tidak ada yang peduli - dan itu tidak benar."
Lebih dari separuh anggota Persemakmuran adalah negara-negara kecil, banyak dari mereka merupakan pulau dataran rendah yang berisiko terkena dampak naiknya permukaan air laut akibat perubahan iklim.
"Anda datang ke surga yang indah ini, dan kemudian Anda menyadari bahwa surga itu dalam bahaya," kata Scotland.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!