Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mark Zuckerberg Klaim Kacamata AR Segera Gantikan Smartphone, Benarkah?

📅 Minggu, 27 Okt 2024, 09:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mark Zuckerberg Klaim Kacamata AR Segera Gantikan Smartphone, Benarkah? Doc: X/@anshelsag
Ket. Mark Zuckerberg memperlihatkan prototipe kacamata pintar AR Orion.

Martie-Louise Verreynne, The University of Queensland

Manusia kini semakin terbiasa dengan teknologi yang dapat dikenakan di tubuh layaknya aksesori, seperti jam tangan pintar, seiring semakin adaptif dan interaktifnya perangkat-perangkat ini.

Salah satu inovasi yang kian populer di kalangan masyarakat adalah kacamata augmented reality (AR)-teknologi yang menggabungkan konten digital dan dunia nyata secara real time.

Baru-baru ini, perusahaan teknologi Meta memperkenalkan prototipe terbaru kacamata AR mereka: Orion. Kacamata ini terlihat seperti kacamata baca dan menggunakan proyeksi holografis yang memungkinkan pengguna melihat grafik digital langsung
di depan mata mereka melalui lensa transparan.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, mengklaim Orion sebagai "kacamata paling canggih di dunia".
Ia mengatakan bahwa kacamata ini menawarkan "sekilas gambaran tentang masa depan", di mana kacamata pintar akan menggantikan smartphone sebagai alat komunikasi utama.

Tapi benarkah klaim itu ataukah hanya sekadar promosi berlebihan? Apakah teknologi ini memang akan membawa manfaat bagi kita?

Teknologi lama yang diperbarui

Teknologi AR yang digunakan untuk mengembangkan kacamata Orion sebenarnya bukanlah hal baru.

Pada 1960-an, ilmuwan komputer Ivan Sutherland memperkenalkan perangkat augmented reality pertama yang dipasang di kepala. Dua dekade kemudian, insinyur asal Kanada Stephen Mann mengembangkan prototipe pertama yang menyerupai kacamata.

Sepanjang dekade 1990-an, para peneliti dan perusahaan teknologi terus mengembangkan kemampuan teknologi ini untuk keperluan militer dan industri. Pada 2013, setelah teknologi smartphone berkembang pesat, Google mencoba masuk ke pasar kacamata AR. Sayangnya, respons pasar kurang baik karena ada kekhawatiran tentang masalah privasi, harga yang tinggi, dan fungsionalitas yang terbatas.

Namun, hal ini tidak menyurutkan perusahaan lain-seperti Microsoft, Apple dan Meta-untuk mengembangkan teknologi serupa.

Lebih jauh tentang Orion

Meta mengklaim bahwa Orion adalah kacamata AR paling canggih karena menggunakan teknologi miniatur dengan sudut pandang luas dan tampilan holografis.

Mereka mengatakan bahwa tampilan ini memberikan:

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.