Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kasus Pailit Sritex Fenomena Gunung Es

📅 Minggu, 27 Okt 2024, 22:35 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kasus Pailit Sritex Fenomena Gunung Es Doc: ANTARA/Mohammad Ayudha
Ket. DINYATAKAN PAILIT I Buruh berjalan keluar dari pabrik PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (24/10). Pengadilan Negeri (PN) Niaga Semarang Jawa Tengah menyatakan perusahaan tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex dinyatakan pailit, hal tersebut tercantum dalam putusan dengan nomor perkara 2/Pdt.Sus-Homologasi/2024/PN Niaga Semarang.

JAKARTA - Pemerintah jangan menunda-nunda lagi menyelesaikan masalah yang mendera industri tekstil, khususnya Sritex. Salah satu yang perlu secepatnya dibuat ialah merevisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 Tahun 2024 dan kembali ke Permendag Nomor 36 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor.

Pakar ekonomi Indef, Esther Sri Astuti mengatakan Permendag Nomor 8 Tahun 2024 telah lama dikeluhkan oleh industri tekstil. "Permendag 8 lebih berpihak pada importir umum daripada mengedepankan upaya negara untuk meningkatkan industri TPT (tekstil dan produk tekstil) domestik," tegas Esther kepada Koran Jakarta, Minggu (27/10). Ditekankan Esther, kalau ingin industri tekstil di Indonesia berjaya harus ada good will atau itikad baik dari pemerintah untuk membuat regulasi mendorong industri tekstil domestik.

Kemudian, meningkatkan kapasitas mesin di industri tekstil dan memperbanyak sekolah tekstil di Indonesia. "Hal lainnya adalah melengkapi berbagai pabrik dari hulu sampai hilir sesuai yang ada dalam rantai pasok serta mendorong hidupnya ekosistem industri tekstil," ujarnya. Esther khawatir kasus pailit Sritex berlanjut dan dialami industri lainnya karena mereka punya masalah sama. "Untuk itu, keberpihakan pemerintah pada industri domestik harus ada," tegas Esther.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan, kalau revisi Permendag memakan waktu lama, yang paling cepat ialah kembali ke aturan lama (Permendag 36/ 2023). Dia menegaskan salah satu fokus kerjanya dalam 100 hari pertama akan berkoordinasi dengan berbagai instansi, salah satunya Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Menperin mengatakan koordinasi dengan instansi yang kini dipimpin oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso itu salah satunya adalah mengusulkan revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 Tahun 2024 yang merupakan revisi dari Permendag Nomor 36 Tahun 2023 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor. Selain dengan Kemendag, upaya untuk merevisi beleid yang menghapus syarat impor Pertimbangan Teknis (Pertek) untuk importasi beberapa komoditas ini juga akan diajukan kepada Presiden Prabowo Subianto. "Nanti akan mengusulkan kembali, berkaitan dengan pentingnya, kita merevisi Permendag 8.

Iya (program fokus 100 hari menjabat) betul dan dalam waktu dekat saya akan menyampaikan kepada Bapak Presiden," kata Agus. Menperin menambahkan, dalam upaya untuk memulihkan kinerja industri manufaktur nasional yang tercatat masih kontraksi tiga bulan berturut-turut, cara terbaik adalah dengan merevisi Permendag Nomor 8 Tahun 2024 dan mengembalikan kebijakan di dalamnya seperti yang tertuang pada Permendag Nomor 36 Tahun 2023.

Langkah Penyelamatan

Terkait kasus pailit Sritex, Menperin menegaskan pemerintah akan segera mengambil langkah untuk menyelamatkan karyawan perusahaan tetsebut usai dibyatakan pikit oleh , Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Jawa Tengah.

Adapun Sritex mempekerjakan sekitar 50.000 karyawan. Namun, keputusan pailit tersebut berpotensi berdampak langsung terhadap 14.112 karyawan. Dari unggahan di akun Instagram resmi perusahaan, @ sritexindonesia pada Minggu (27/10) para karyawan menampilkan foto dan video mereka bekerja di pabrik sambil mengenakan pita hitam bertuliskan 'Selamatkan Sritex'.

"Pita hitam di lengan keluarga besar SRITEX bukan cerita tentang kesedihan, melainkan cerita tentang momentum kebangkitan. Pita Hitam di SRITEX adalah simbol terkumpulnya energi kolektif seluruh keluarga besar SRITEX untuk bersama-sama memperjuangkan masa depan yang lebih baik," tulis pernyataan perusahaan pada unggahan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Polisi Buru Pelaku Pencuria...
Ekonomi
Indonesia produksi beras te...

Pementasan prembon pada Pesta Kesenian Bali

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pementasan prembon pada Pes...

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

37 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

47 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.