Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BRIN Bersama Peneliti dari 2 Kampus Teliti Manuskrip Kuno Koleksi Museum NTB

📅 Sabtu, 26 Okt 2024, 15:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
BRIN Bersama Peneliti dari 2 Kampus Teliti Manuskrip Kuno Koleksi Museum NTB Doc: ANTARA/Sugiharto Purnama
Ket. Seorang pengunjung mendokumentasikan manuskrip yang dipamerkan Museum NTB di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (20/8/2024).

MATARAM - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meneliti manuskrip kuno yang dikoleksi oleh Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Proyek Riset dan Inovasi Untuk Indonesia Maju (RIIM).

"Tujuan kami dalam penelitian itu adalah kami harus melakukan metadata terhadap manuskrip," kata Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra BRIN Rakhmad Idris dalam pernyataan yang dikutip di Mataram, Sabtu (26/10).

Rakhmad menuturkan metadata itu kelak diterbitkan menjadi katalog naskah sebagai bentuk upaya digitalisasi naskah kuno.

BRIN berkolaborasi dengan akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram dan Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor dalam proyek riset berjudul "Eksplorasi dan Ekspedisi Manuskrip di Nusa Tenggara Barat Sebagai Sumber Sejarah dan Budaya Lokal".

Rakhmad berharap penelitian itu bisa menghasilkan metadata manuskrip NTB dan bisa diterbitkan ke dalam bentuk jurnal.

"Digitalisasi manuskrip sebagai salah satu fungsi pelestarian dan edukasi kepada masyarakat," ucapnya.

Digitalisasi manuskrip adalah salah satu upaya menjaga kelestarian budaya dan merawat informasi yang terkandung di dalam naskah kuno. Kondisi manuskrip yang berusia tua sangat rentan rusak, sehingga perlu didigitalisasiagar generasi mendatang bisa mengenal warisan nenek moyang.

Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam mengapresiasi upaya pemerintah pusat untuk meneliti dan membuat metadata manuskrip yang tersimpan di Museum NTB.

Menurutnya, penelitian yang dilakukan oleh BRIN berkaitan dengan rencana strategis Museum NTB yaitu museum berbasis penelitian dan riset. "Melalui strategi itu kami harap bisa memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian budaya di NTB yang berbasis publikasi Ilmiah," kata Nuralam.

Museum NTB menyimpan 1.275 manuskrip yang terdiri dari 400-an judul. Mayoritas bahan naskah kuno hingga lebih dari 90 persen dari total koleksi terbuat dari bahan lontar. Museum NTB telah melakukan berbagai upaya pelestarian terhadap koleksi manuskrip, yaitu mengidentifikasi naskah dan dilakukan alih bahasa maupun alih aksara, serta digitalisasi.

Kemudian pihak museum melakukan kajian terhadap naskah-naskah kuno tersebut agar pesan yang terkandung di dalamnya bisa sampai dan dipahami oleh generasi sekarang.

Nuralam berharap manuskrip yang diteliti oleh BRIN dapat dipublikasikan dalam bentuk buku serta menyediakan akses digital bagi publik yang tertarik untuk mempelajari naskah lebih jauh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.