Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pejabat Negara Harus Jadi Teladan, Hidup Bersih, dan Bebas Korupsi

📅 Selasa, 22 Okt 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pejabat Negara Harus Jadi Teladan, Hidup Bersih, dan Bebas Korupsi Doc: BAY ISMOYO/AFP
Ket. seluruh pejabat negara harus hidup bersih I Presiden Prabowo Subianto didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berfoto bersama jajaran Menteri dan Kepala Lembaga Tinggi Negara Kabinet Merah Putih yang baru dilantik di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (21/10). Presiden Prabowo meminta seluruh pejabat negara untuk hidup bersih dan menjadi teladan bagi rakyat.

JAKARTA - Pidato perdana Presiden Prabowo Subianto saat pelantikan sebagai Presiden ke-8 RI sangat menyita perhatian masyarakat luas karena memaparkan kondisi bangsa Indonesia yang riil saat ini. Ancaman kelaparan karena tak kunjung swasembada pangan, kebergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM) dan gas, kemiskinan, serta ketimpangan pendapatan merupakan tantangan yang harus segera diselesaikan.

Di tengah berbagai tantangan itu, perilaku banyak pejabat yang korup mulai dari pusat hingga daerah menyebabkan kebocoran penerimaan dan belanja negara, sehingga daya ungkitnya dalam mengakselerasi perekonomian berkurang. Saking geramnya dengan perilaku korupsi para pejabat, Prabowo pun mengumpamakan korupsi yang terjadi di RI seperti pepatah, ikan busuk dari kepala. "Saudara-saudara sekalian, ada pepatah mengatakan kalau ikan busuk, busuknya dari kepala.

Semua pejabat dari semua eselon harus berani beri contoh untuk jalankan kepemimpinan pemerintahan yang sebersih-bersihnya," kata Prabowo. Semua pihak dan pejabat negara, pinta Presiden, harus berani melakukan pemberantasan korupsi.

Salah satunya dengan memperbaiki sistem, penegakan hukum yang jelas, serta digitalisasi. Menanggapi ajakan Presiden itu, pengamat politik sekaligus Wakil Rektor Tiga, Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, mengatakan pemimpin harus bisa menjadi teladan bagi jajarannya, karena dengan contoh nyata, bawahan akan segan untuk melakukan tindakan kurang terpuji. "Terutama dalam konteks pemberantasan korupsi, bersih-bersih harus dimulai dari pucuk pimpinan pemerintahan itu sendiri. Sebab, bagaimana bisa bawahan diminta tidak korupsi kalau sapunya sendiri masih kotor. Pemimpin harus bisa memberi contoh nyata apa yang dia instruksikan.

Tanpa itu, rasanya sulit bawahan akan mengikuti," kata Surokim. Apalagi, zaman sekarang godaan untuk korupsi begitu menggiurkan. Jadi, bila negara ingin maju, bebas korupsi, syaratnya sebetulnya sederhana, harus ada teladan dari pemimpin tertinggi. Dengan begitu, aparat penegak hukum akan lebih tergerak untuk melakukan penindakan.

Karakter Pemimpin

Pengamat komunikasi politik Universitas Bina Nusantara (Binus), Malang, Frederik M. Gasa, mengatakan dalam pidato perdananya di hadapan Anggota Dewan dan masyarakat Indonesia, Prabowo menekankan kalau pemimpin harus memberi contoh dan teladan yang baik bagi semua orang yang dipimpin. "Prabowo ingin mengatakan bahwa baik-buruknya sebuah institusi atau organisasi sangat ditentukan oleh karakter kepemimpinannya," jelas Frederik.

Prabowo, yang dalam kabinet kerja sebagai Menteri Pertahanan, juga ikut andil dalam menggerakkan roda pemerintahan selama lima tahun terakhir di bawah pemerintahan Presiden Jokowi, sehingga tentu sangat paham betul mana yang masih menjadi perhatian utama dan perlu diperbaiki di lima tahun mendatang. Tentu, berbagai kasus korupsi dan lainnya yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan ini menjadi refleksi serius Prabowo dalam mempersiapkan kabinetnya.

"Hemat saya, Prabowo memberi 'kode' kepada semua orang, terutama para menteri dan wakil menteri yang akan membantunya bahwa ia tidak akan segan-segan memberi sanksi serius jika mereka melanggar amanah yang sudah diberikan rakyat. Karena bagi Presiden dan juga para menterinya, mandat sebagai pemerintah adalah kehendak rakyat. Rakyatlah yang harus berdaulat," tegas Frederik. Hal itu tentu sudah nampak terlihat menjelang pelantikan dan penentuan nama-nama menteri-wakil menteri, bahwa Prabowo concern dengan praktik korupsi yang masih dilakukan oleh mereka yang memiliki power.

"Ikannya tentu tidak akan busuk jika terus dijaga agar tetap fresh. Namun, pertanyaan lebih lanjut adalah bagaimana caranya agar ikan ini tetap fresh dan tidak membusuk? Tentu inilah yang dinantikan masyarakat Indonesia ke depan," ungkap Frederik. Kandidat Doktor Hukum dan Pembangunan dari Universitas Airlangga (Unair), Hardjuno Wiwoho, dalam kesempatan lain mengatakan pepatah yang disampaikan Presiden Prabowo itu maknanya sangat relevan dalam konteks pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Pepatah itu mengisyaratkan bahwa jika ada kerusakan atau keburukan dalam suatu sistem, terutama dalam hal ini negara, maka kerusakan tersebut sering kali dimulai dari pimpinannya," jelas Hardjuno. Pidato Presiden Prabowo, katanya, secara tidak langsung menyoroti bahwa selama ini masih banyak pemimpin yang belum memberi contoh baik dalam hal integritas dan pemberantasan korupsi. Bahkan, banyak dari mereka yang justru terjerat kasus korupsi itu sendiri.

Sistem yang Lemah

Hardjuno menyatakan bahwa sejarah korupsi di Indonesia telah menunjukkan banyak contoh di mana para pejabat tinggi, termasuk pemimpin di tingkat nasional, terlibat dalam skandal korupsi yang merugikan negara.

"Bukan hanya satu atau dua kasus, tapi kita bisa melihat banyaknya mantan menteri, kepala daerah, hingga pejabat tinggi lainnya yang ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ini menunjukkan bahwa memang ada masalah serius di tingkat pemimpin," tegas Hardjuno. Ia menambahkan bahwa korupsi bukan hanya tentang perilaku individu, tetapi juga mencerminkan lemahnya sistem dan kurangnya teladan dari pemimpin. "Jika seorang pemimpin tidak bersikap tegas dan berintegritas dalam menegakkan hukum, maka akan merembes ke bawah dan mempengaruhi seluruh aparat negara. Inilah yang dimaksud dengan ikan busuk dari kepala.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.