Menyaksikan 'Terbelahnya Lautan' di Pantai Lariti
📅 Sabtu, 19 Okt 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoMeski fenomenal, Pantai Lariti baru mulai viral dan dikenal oleh banyak orang sekitar tahun 2014. Pada saat itu pemerintah pun mulai mengembangkan Pantai Lariti ini agar bisa digunakan sebagai tempat wisata alam yang bisa dinikmati oleh siapa saja.
Wisatawan Mancanegara
Saat ini Pantai Lariti tak hanya dikunjungi oleh wisatawan lokal saja karena sudah banyak wisatawan dari mancanegara yang datang jauh-jauh dari negara asalnya untuk menikmati fenomena laut terbelah serta berjuta keindahan yang ada di Pantai Lariti ini.
Pantai Lariti berjarak 54,1 kilometer dari pusat kota Kabupaten Bima dengan waktu tempuh 1 jam 32 menit. Dari pusat kota ini, perjalanan diarahkan ke Kecamatan Sape, sebuah kota kecil yang dikenal dengan fasilitas penyeberangan laut yaitu Pelabuhan Sape, yang melayani rute pelayaran Pelabuhan Labuan Bajo di Pulau Flores dan Pelabuhan Waingapu, di Pulau Sumba.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari Kecamatan Sape perjalanan menuju wisata Pantai Lariti ini bisa ditempuh menggunakan jalur darat pada jarak 5,9 kilometer dengan waktu tempuh hanya 14 menit dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat.
Jika para wisatawan ingin mencoba pengalaman baru, bisa menggunakan transportasi laut yaitu menggunakan sampan dari Pelabuhan Sape menuju Pantai Lariti. Waktu yang ditempuh kira-kira 30 menit. Jalur laut ini menawarkan pemandangan wisata pantai yang sangat indah dan juga perbukitan hijau.
Setelah sampai di pintu gerbang, wisatawan akan diminta untuk membayar tiket sebesar 5.000 rupiah untuk per orang. Kelebihannya harga tiket ini sudah termasuk biaya parkir motor maupun mobil, selama jam operasional berlangsung yaitu dari jam 07.00 hingga 17.00 WITA.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain menikmati fenomena laut terbelah, pantai ini juga menawarkan berbagai aktivitas menarik lainnya. Pengunjung dapat berenang,snorkeling, menyelam, atau hanya sekadar bermain air di laut yang jernih di dekat bibir pantai.
Pengunjung baik anak-anak hingga orang dewasa bisa mandi di pantai ini sepuasnya tanpa ancaman bahaya ombak. Selain itu Pantai Lariti juga memiliki air laut yang sangat jernih sehingga akan sangat menyenangkan jika mandi di pantai yang unik ini.
Di samping mandi di laut, para pengunjung juga bisa menikmati wisata pantai ini dengan mengabadikan foto pada spot-spot yang telah dibangun oleh pemerintah daerah. Ada pula fasilitas ayunan dengan bertuliskan Pantai Lariti yang disediakan untuk berfoto.
Selain menikmati gosong pasirnya, para wisatawan juga bisa menemukan banyak biota laut yang sangat unik seperti terumbu karang, bintang laut dan masih banyak lagi. Perlu berhati-hati saat melangkah karena di pantai ini juga terdapat bulu babi.
Fasilitas yang disediakan lainnya musala, kamar mandi dan tempat ganti pakaian, gazebo yang tersedia dengan gratis. Terdapat juga beberapa kursi panjang yang bisa digunakan untuk berjemur ataupun untuk sekedar duduk-duduk.
Jika perut sudah lapar di sini terdapat banyak pedagang yang menjual ikan bakar serta makanan lainnya. Untuk menyegarkan tenggorokan terdapat penjual es kelapa, sehingga para pengunjung bisa menikmati keindahan Pantai Lariti ini dengan meminum es kelapa yang sangat segar. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!