Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menyaksikan 'Terbelahnya Lautan' di Pantai Lariti

📅 Sabtu, 19 Okt 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Menyaksikan  'Terbelahnya Lautan'  di Pantai Lariti Doc: Istimewa

Masyarakat Pulau Sumbawa saat ini menjadikan Pantai Lariti menjadi tujuan wisata pada akhir pekan. Di sini saat laut surut, pelancong bisa menyaksikan keajaiban berupa daratan yang membelah lautan.

Salah satu kisah yang paling hebat dalam sejarah terbelahnya Laut Merah oleh tongkat Nabi Musa. Ia melakukannya untuk menyeberang laut tersebut ketika terdesak oleh pasukan Firaun dari Mesir.

Fenomena terbelahnya laut bukan hanya dapat didengar dari kisah Nabi Musa. Di ujung timur Pulau Sumbawa tepatnya di Pantai Lariti, semua orang bisa melihat pemandangan berupa "terbelahnya" lautan oleh daratan saat laut surut.

Fenomena laut yang terbelah oleh dapat dijumpai di Pantai Lariti yang berada di Desa Soro, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Fenomena ini di Pantai Lariti sebenarnya bukan hanya di satu tempat namun di dua tempat yaitu antara Pulau Sumbawa dengan Nisa Pualiman dan Pulau Sumbawa dengan Nisa Wontu.

Nisa dalam bahasa suku Bima artinya sama dengan nusa atau pulau.

Di antara keduanya, Nisa Pualiman lebih populer karena lebih mudah diakses. Lokasinya tepat di keramaian Pantai Lariti yang posisinya berada di sebuah teluk yang luas, membentuk gugusan pantai-pantai cantik yang saling terpisah.

Terbelahnya laut di Pantai Lariti terjadi ketika air laut surut. Oleh karenanya jika wisatawan datang ketika laut pasang perlu bersabar untuk menunggunya hingga muncul daratan yang menghubungkan dengan Nisa Pualiman dan Nisa Wontu.

"Jembatan darat" yang terbentuk dari endapan pasir pantai dan terumbu karang yang mati ini memiliki panjang 150 meter dari bibir Pantai Lariti. Sedangkan lebarnya antara 7-8 meter.

Daratan yang menghubungkan dua pulau tersebut sebenarnya merupakan fenomena geologi yang disebut dengan gosong pasir. Definisinya adalah bentukan daratan yang terkurung atau menjorok pada suatu perairan.

Gosong biasa terbentuk dari pasir, geluh (tanah yang mengandung sama banyak pasir, debu, dan lempung, sehingga terasa agak licin dan liat) atau kerikil. Bentukan geografi ini terjadi akibat adanya aliran dangkal dan sempit sehingga memungkinkan pengendapan material ringan dan mengarah pada pendangkalan tubuh air.

Pembentukan gosong bukan hanya di laut maupun danau saja. Daerah muara dan perairan dangkal seperti pantai-pantai di Laut Jawa juga banyak memiliki gosong. Bentuknya umumnya memanjang dengan ukuran beberapa meter hingga ratusan kilometer sehingga dapat membentuk "penghalang" pantai.

Gosong yang terbentuk kemudian terlihat ketika air laut surut oleh perubahan periodik tinggi rendahnya permukaan laut yang terjadi sebagai respons terhadap gaya tarik gravitasi antara Bumi, Bulan, dan Matahari. Gaya tarik ini menciptakan gelombang air yang menyebabkan naik-turunnya permukaan laut.

Di Pantai Lariti, surutnya air laut terjadi dari jam 10.00 hingga 16.00 WITA. Terbelahnya lautan akan hilang dengan sendirinya jika air laut kembali normal dan pemandangan yang unik inilah yang yang menarik minat para pengunjung untuk datang.

Pelancong dari pagi sampai sore datang ke tempat ini untuk menikmati peristiwa yang terjadi. Dengan sabar pengunjung menunggu hingga laut laut pasang menenggelamkan gosong pasir yang membuatnya tak tampak lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

5 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Daerah
Peringatan Hari Keamanan Pa...
Ekonomi
Program SPHP Kedelai Dukung...
Nasional
Pemerintah Perkuat SDM Mela...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.