Cegah Lonjakan Harga, Bangka Tengah Gelar Gerakan Pangan Murah
📅 Sabtu, 19 Okt 2024, 00:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Ahmadi
Koba - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menggelar gerakan pangan murah (GPM), untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan harga bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Plt Bupati Bangka Tengah Era Susanto saat meninjau kegiatan GPM di Desa Namang, Jumat, mengatakan gerakan pangan murah dapat membantu kesulitan masyarakat dalam menghadapi lonjakan harga sebagian bahan pokok di tengah kondisi ekonomi yang cukup sulit.
"Kita harapkan masyarakat dapat terbantu karena harga bahan pangan yang ditawarkan ini lebih murah dari harga pasaran," kata Era.
Pihaknya terus berupaya memberikan perhatian kepada masyarakat untuk memastikan agar kebutuhan pokok tidak sulit untuk didapatkan warga.
"Kami berkomitmen menyiapkan program untuk masyarakat agar harga bahan kebutuhan pokok bisa ditekan," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan GPM ini merupakan kegiatan yang digelar dengan menjual berbagai kebutuhan pokok, mulai dari cabai, bawang, beras, minyak goreng, gula, sayuran dan berbagai kebutuhan pokok lainnya.
"GPM ini digelar secara kolaboratif dengan berbagai pihak seperti Bank Indonesia, Bulog, industri-industri pangan lainnya, kemudian juga melibatkan UKM supaya bisa berpartisipasi," ujarnya.
Ia mengatakan GPM digelar sebagai upaya pemerintah dalam merespon kenaikan harga kebutuhan pokok yang sedang dirasakan masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tentu harapan kami melalui GPM ini bisa membantu masyarakat dalam memperoleh bahan pangan dengan harga murah untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!