Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peneliti Ungkap Peluang untuk Ciptakan Ulang Pengetahuan Tradisional

📅 Kamis, 17 Okt 2024, 22:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Peneliti Ungkap Peluang untuk Ciptakan Ulang Pengetahuan Tradisional Doc: ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas

JAKARTA - Peneliti sekaligus pegiat budaya dari Komunitas Nusantara Code Wulansary mengungkapkan Indonesia memiliki peluang dalam menciptakan ulang pengetahuan tradisional (co-production of knowledge) yang merupakan bagian dari kekayaan budaya tanah air.

"Jika kekayaan budaya yang berupa warisan traditional knowledge itu mampu kita temukan dan co-production dalam jejaring kerja yang konstruktif, maka peluang besar bagi Indonesia menjadi peradaban adiluhung itu sebuah keniscayaan," kata Wulansary dalam diskusi daring yang dipantau di Jakarta, Kamis (17/10).

Ia menjelaskan, co-production of knowledge adalah upaya untuk menciptakan ulang sebuah pengetahuan yang melibatkan berbagai pihak untuk bertukar informasi guna membuat sebuah pengetahuan yang dalam konteks ini berbasis pengetahuan tradisional masyarakat Indonesia.

Mahasiswa doktoral antropologi di Universitas Indonesia (UI) itu mengungkapkan bahwa traktat internasional Genetic Resources Traditional Knowledge & Folklore (GRTKF) menjadi peluang dalam melestarikan pengetahuan tradisional Indonesia.

Traktat yang disahkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 24 Mei 2024 ini berisi aturan perlindungan atas kekayaan sumber daya genetik, pengetahuan tradisional, dan folklor atau ekspresi budaya. Perjanjian ini berpeluang menciptakan kerja sama dalam menciptakan ulang pengetahuan tradisional sebagai kunci pelestariannya.

"GRTKF ini peluang kita karena dia barang baru, masih eksklusif, kalau kita bisa dapatkan link bahwa dunia internasional sedang membutuhkan ini kita bisa dapatkan proyek untuk kerja bersama," papar dia.

Menurut dia, Indonesia memiliki ragam pengetahuan tradisional yang kaya di berbagai bidang seperti pertanian, kesehatan, pengolahan lahan, dan lain-lain. Namun, kekayaan pengetahuan tradisional terancam punah apabila tidak dipertahankan.

"Saat ini traditional knowledge itu hanya dimiliki oleh kaum tua, tidak diimplementasikan karena hanya dimiliki di kepala karena tidak dipraktikkan," imbuh dia.

Menurut dia, pengetahuan tradisional yang diwariskan secara turun temurun memberikan manfaat dalam berbagai bidang.

"Di dalamnya terdapat pengetahuan yang luar biasa dan bermanfaat, ramah lingkungan, serta berkelanjutan," kata dia.

Meskipun dalam implementasinya di masyarakat tradisional berkaitan dengan mitos dan kepercayaan setempat, setelah diteliti lebih lanjut pengetahuan tradisional dapat dipertanggungjawabkan secara sains modern.

Misalnya di bidang pertanian, masyarakat Baduy dari Banten memanfaatkan sekelompok daun endemik bernama daun dangdautan yang dipercaya sebagai daun tolak bala untuk melindungi lumbung padi.

Wulansary menjelaskan, setelah diidentifikasi, ternyata sembilan jenis daun liar yang disebut daun dangdautan ini ternyata secara ilmiah memiliki khasiat sebagai pelindung padi dari hama.

"Ternyata fungsinya luar biasa ada yang anti ngengat, anti kutu, anti semut. Ternyata leluhur mereka sudah tahu sebelumnya tapi mungkin lewat empiris, lewat coba-coba, mereka melakukan riset tapi tidak dengan metode sains," papar dia. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.