Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri Baru Harus Benahi Bidang Pendidikan

📅 Kamis, 17 Okt 2024, 04:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menteri Baru Harus Benahi Bidang Pendidikan Doc: ANTARA/Muhammad Zulfikar/aa
Ket. Akademisi dan praktisi hukum sekaligus Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas.

JAKARTA - Rektor Universitas Widya Mataram, Edy Suandi Hamid, mengharapkan menteri baru yang mengurusi bidang pendidikan dapat melakukan pembenahan, terutama jenjang pendidikan dasar dan menengah. Menurutnya, selama ini pendidikan dijadikan ajang coba-coba.

"Bisa itu membenahi karut-marut pendidikan dasar dan menengah kita ya. Yang selama ini-itu sepertinya dijadikan banyak ajang coba-coba gitu ya," ujar Edy, kepada Koran Jakarta, Rabu (16/10).

Dia menerangkan, salah satu pembenahan yang bisa dilakukan adalah posisi Indonesia dalam Programme for International Student Assessment (PISA). Menurutnya, skor PISA mesti dirancang sejak hari pertama menjabat.

"Mengubah itu enggak akan mampu 100 hari pertama. Tapi paling tidak mau melakukan langkah-langkah pertama untuk pembenahan itu. Idenya harus muncul di 100 hari pertama," katanya.

Edy meminta menteri selanjutnya mesti mengkaji ulang ujian akhir siswa, seperti Ujian Nasional (UN) atau Ujian Akhir Sekolah (UAS). Menurutnya, ujian akhir siswa mesti bisa menstimulasi semua potensi anak.

Dia mengatakan, hal tersebut penting agar anak bisa berkembang sejak masa pendidikan dasar dan menengah. Apabila ada ujian akhir, polanya harus bisa menggambarkan kemampuan anak bukan sekadar alat meluluskan siswa.

"Jadi jangan sampai evaluasi itu mematikan anak. Jadi enggak naik kelas hanya karena satu mata pelajaran misalnya," tuturnya.

Pendidikan Dasar

Sebelumnya, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti dipanggil Presiden Terpilih Prabowo Subianto ke kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta pada Senin (14/10). Mu'ti mengaku diminta Prabowo memimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

"Tadi Pak Prabowo menyampaikan memberikan amanah kepada saya untuk memimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan insyaallah saya didampingi oleh wakil menteri," terangnya.

Edy menilai penunjukan Mu'ti merupakan contoh dari pembentukan Zaken Kabinet, yakni kabinet yang terdiri dari kombinasi teknokrat, profesional, dan politisi. Menurutnya, Mu'ti merupakan cendekiawan yang fokus pada dunia pendidikan di Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

"Kalau kita lihat latar belakang pendidikannya, terus jabatan dia di Muhammadiyah itu di bawahnya ada belasan ribu sekolah dan dia paham tentang itu," katanya.

Terpisah, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhammad Busyro Muqoddas menilai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti memiliki kompetensi yang relevan menjadi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen).

"Dia kan guru besar di bidang pendidikan, satu. Dan yang kedua, dulu kan pernah menjadi Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)," kata Busyro di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro, Yogyakarta, kemarin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.