Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Temuan Logam Tertua di Gua Harimau, Tanda Awal Kebangkitan Zaman Logam di Indonesia

📅 Selasa, 15 Okt 2024, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Temuan Logam Tertua di Gua Harimau, Tanda Awal Kebangkitan Zaman Logam di Indonesia Doc: The Conversation
Ket. Penampakan Gua Harimau saat ditemukan pada tahun 2008. Tim Penelitian Padang Bindu (2009), direproduksi atas izin Truman Simanjuntak.

Harry Octavianus Sofian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Penemuan artefak logam di situs Gua Harimau, Sumatera Selatan, menjadi bukti kuat bahwa Pulau Sumatra memegang peran penting dalam kebangkitan zaman logam di Nusantara.

Artefak-artefak ini diperkirakan berasal dari abad ke-4 Sebelum Masehi hingga abad ke-1 Masehi, menjadikannya sebagai artefak logam tertua di Indonesia.

Jadi, temuan ini bukan penemuan arkeologis biasa, melainkan simbol perubahan besar dalam kehidupan masyarakat purba. Pada masa ini, teknologi logam mulai dikenal dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Gua Harimau menjadi saksi sejarah yang membawa Indonesia memasuki era logam.

Perunggu di Gua Harimau

Gua Harimau adalah salah satu situs prasejarah di kawasan karst Padang Bindu, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan.

Hasil penggalian arkeologi yang saya lakukan bersama tim peneliti dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (sekarang melebur ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional/BRIN) selama kurang lebih tujuh tahun sejak 2008 hingga 2015, menunjukkan bahwa gua ini telah dihuni sejak 22 ribu tahun lalu.

Penelitian kami menemukan artefak batu dan sisa-sisa fauna yang menandai masa Palaeolitik dan Pra-Neolitik.

Lalu, ketika zaman beralih ke periode Neolitik dan Palaeometalik, penemuan peninggalan sejarah lainnya seperti tembikar, alat-alat tulang, dan sisa-sisa pembakaran menambah petunjuk aktivitas manusia di sana.

Pada lapisan Palaeometalik, ditemukan perubahan besar: 12 artefak logam, yang terdiri dari 8 artefak perunggu dan 4 artefak besi. Temuan ini mengindikasikan awal kebangkitan zaman logam di wilayah tersebut.

Salah satu temuan yang paling menarik adalah kapak bersoket dari perunggu. Kapak ini ditemukan sebagai bekal kubur dalam beberapa pemakaman di Gua Harimau. Bekal kubur adalah benda-benda yang ditempatkan bersama jenazah, yang dipercaya memiliki makna simbolis atau religius dalam kehidupan setelah kematian-mirip dengan tradisi memberikan barang-barang berharga pada orang yang dikasihi

Kami menemukan tiga buah kapak bersoket dengan ukuran sekitar 5 cm bersamaan dengan tiga buah gelang perunggu dan dua benda berbahan perunggu lainnya yang tidak teridentifikasi.

Untuk menentukan usia artefak perunggu ini, kami menggunakan metode penanggalan karbon C14-teknik yang digunakan untuk menentukan usia benda organik berdasarkan pengukuran isotop radioaktif karbon-14 (C-14) yang tersisa.

Ketika makhluk masih hidup, mereka menyerap karbon-14 dari lingkungan, tetapi setelah mati, karbon-14 dalam tubuh mulai meluruh secara bertahap menjadi nitrogen-14 dengan waktu paruh sekitar 5.730 tahun. Dengan membandingkan jumlah karbon-14 yang tersisa dengan isotop stabil karbon-12, kami dapat menghitung kapan makhluk tersebut mati. Metode ini efektif untuk menanggal benda yang berusia hingga sekitar 50.000 tahun

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.