Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Temuan Logam Tertua di Gua Harimau, Tanda Awal Kebangkitan Zaman Logam di Indonesia

📅 Selasa, 15 Okt 2024, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Kami menguji sebanyak 12 sampel tulang-tulang manusia di laboratorium Badan Tenaga Nuklir Nasional, Indonesia. Adapun 6 sampel di antaranya merupakan tulang-tulang yang bersentuhan dengan artefak logam. Hasil pengujian menunjukkan bahwa benda-benda ini berasal dari periode antara abad ke-4 Sebelum Masehi hingga abad ke-1 Masehi.

Temuan tertua berasal dari pemakaman sekitar abad ke-4 SM, di mana ditemukan sebuah gelang perunggu bersentuhan dengan tulang tangan manusia. Ini mengindikasikan bahwa teknologi logam sudah dikenal masyarakat setempat sejak saat itu.

Kebangkitan zaman logam di Indonesia

Ihwal bagaimana budaya logam berkembang di Indonesia, dari mana asalnya, dan bagaimana teknologi ini diperkenalkan masih menjadi misteri besar dalam dunia arkeologi.

Namun, penemuan-penemuan di Sumatera Selatan, Jambi, dan daerah lainnya membuktikan bahwa penggunaan logam di Indonesia dimulai pada masa yang cukup awal dan tersebar meluas ke penjuru Nusantara.

Di dataran tinggi Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Lampung, terdapat artefak logam yang berhubungan dengan situs-situs pemakaman kuno, menunjukkan penggunaan logam dalam ritual penguburan. Nekara perunggu-sejenis drum besar-juga ditemukan di Jambi, mengindikasikan peran penting logam dalam budaya mereka.

Di arca megalitik Pasemah, Sumatera Selatan, ditemukan ukiran-ukiran yang menggambarkan peralatan logam seperti nekara, gelang, anting-anting, dan aksesori lain yang berhubungan dengan budaya Dong Son dari Asia Tenggara. Ini memperlihatkan adanya hubungan atau pengaruh budaya luar dalam perkembangan teknologi logam di Indonesia.

Sementara itu, di Jawa bagian barat, seperti di situs Buni dan Pasir Angin, ditemukan berbagai artefak logam seperti kapak perunggu, manik-manik, perhiasan emas, dan perhiasan perunggu.

Di situs Plawangan, Jawa Tengah, terdapat nekara perunggu yang digunakan sebagai wadah kubur, sementara di Bali, artefak logam ditemukan di situs-situs seperti Sembiran-Pacung, Gilimanuk, dan Pangkung Paruk.

Menariknya, ada pula penelitian yang melaporkan tentang kegiatan eksploitasi emas di sekitar Sungai Batanghari, Jambi, pada masa Kerajaan Sriwijaya. Ini membuktikan bahwa logam, khususnya emas, sudah menjadi bagian penting dari ekonomi dan perdagangan sejak zaman kuno.

Arti penting temuan logam di Gua Harimau

Penemuan logam di Gua Harimau memberikan wawasan baru mengenai awal perkembangan budaya logam di Sumatera dan Indonesia secara keseluruhan.

Metode penanggalan yang kami gunakan menunjukkan artefak perunggu di Gua Harimau adalah yang tertua yang ditemukan di Indonesia. Usianya hanya sedikit lebih muda dibandingkan dengan budaya logam Dong Son yang berkembang di daratan Asia Tenggara pada abad ke-5 SM.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

23 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.