Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Minta Apple dan Google Blokir Temu Tiongkok Demi Lindungi UMKM

📅 Senin, 14 Okt 2024, 15:53 WIB | Oleh:
Indonesia Minta Apple dan Google Blokir Temu Tiongkok Demi Lindungi UMKM Doc: ANTARA/Livia Kristianti
Ket. Aplikasi belanja daring asal Tiongkok TEMU yang terpasang di telepon pintar, seperti terlihat pada Rabu (9 Oktober 2024).

JAKARTA - Pemerintah Indonesia meminta Google dan Apple untuk memblokir perusahaan e-commerce asal Tiongkok, Temu, di toko aplikasi mereka.

Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi mengatakan, langkah tersebut dimaksudkan untuk melindungi usaha kecil dan menengah (UMKM) secara preventif terhadap produk murah yang ditawarkan Temu milik PDD Holdings, meskipun pihak berwenang belum menemukan konsumen Indonesia melakukan transaksi apa pun di platform tersebut.

Model bisnis Temu yang menghubungkan konsumen langsung dengan pabrik di Tiongkok untuk menekan harga secara signifikan merupakan "persaingan yang tidak sehat," kata Budi seperti dikutip Reuters.

"Kami di sini bukan untuk melindungi e-commerce, tetapi kami melindungi usaha kecil dan menengah. Ada jutaan yang harus kami lindungi," kata Budi.

Pemerintah juga akan memblokir segala investasi yang dilakukan Temu dalam e-commerce lokal jika Temu melakukan hal tersebut, kata Budi, seraya menambahkan bahwa ia belum mendengar adanya rencana tersebut.

Budi juga mengatakan, pemerintah berencana meminta pemblokiran serupa untuk layanan belanja Tiongkok, Shein.

Shein mengatakan mereka tidak memiliki operasi di Indonesia, kata juru bicara perusahaan.

Tahun lalu, Indonesia memaksa platform media sosial ByteDance Tiongkok, TikTok, untuk menutup layanan e-commerce-nya untuk melindungi pedagang lokal dan data pengguna.

Beberapa bulan kemudian, TikTok setuju untuk membeli saham mayoritas di unit e-commerce konglomerat teknologi Indonesia GoTo agar tetap berada di pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara.

Pada hari Selasa, e-commerce lokal Indonesia Bukalapak.com membantah laporan tentang rencana akuisisi oleh Temu.

Industri e-commerce Indonesia akan berkembang menjadi sekitar $160 miliar pada tahun 2030 dari $62 miliar pada tahun 2023, menurut laporan oleh Google, investor negara Singapura Temasek Holdings dan konsultan Bain & Co.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.