Penggunaan Layar Gadget pada Anak Usia 10 Tahun Picu Risiko Depresi dan Kecemasan
📅 Sabtu, 12 Okt 2024, 13:00 WIB | Oleh: Rivaldi Dani Rahmadi
Doc: Istimewa
Di era digital, orang tua sering kali menyerahkan gadget digital mereka untuk meredakan amukan anak-anak mereka, yang secara tidak sadar dapat berkontribusi pada memburuknya kesehatan mental mereka dan membuka jalan bagi penyakit mental yang serius.
Dilansir dari Hindustan Times, sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of California, San Francisco, menjelaskan hubungan antara waktu di depan layar dan kesehatan mental pada anak-anak. Peningkatan waktu di depan layar pada anak usia 9 dan 10 tahun berkaitan dengan masalah kesehatan mental.
Penelitian jangka panjang ini melacak lebih dari 9.500 anak dari seluruh negeri selama dua tahun. Ditemukan bahwa waktu penggunaan layar yang lebih tinggi menyebabkan peningkatan risiko gejala depresi yang parah, kecemasan, kurangnya perhatian, dan bahkan agresi.
Para peneliti menyoroti tren memprihatinkan dari generasi baru yang menghabiskan lebih banyak waktu di depan layar, yang menggantikan waktu bermain secara fisik, bersosialisasi, dan kegiatan lain yang membantu mengurangi kecemasan dan stres. Perilaku digital seperti mengirim pesan teks, chatting, dan panggilan video terlihat memiliki hubungan yang paling kuat dengan gejala depresi.
Studi ini menemukan bahwa total waktu penggunaan gawai yang lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan berbagai gejala kesehatan mental. Secara khusus, setiap jam tambahan waktu penggunaan layar berkorelasi dengan peningkatan 10% pada gejala depresi, peningkatan 7% pada gejala perilaku, dan peningkatan 6% pada gejala somatik. Selain itu, dengan setiap jam tambahan waktu penggunaan layar, terdapat peningkatan risiko 6% untuk gejala defisit perhatian/hiperaktif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para peneliti mencatat bahwa meskipun efeknya kecil, dampaknya konsisten. Mereka juga mengamati bahwa di antara aktivitas layar, obrolan video, mengirim pesan, menonton video, dan video game adalah jenis penggunaan yang memiliki hubungan terbesar dengan gejala depresi.
"Penggunaan layar dapat menggantikan waktu yang dihabiskan untuk melakukan aktivitas fisik, tidur, bersosialisasi secara langsung, dan perilaku lain yang mengurangi depresi dan kecemasan," jelas penulis utama Dr. Jason Nagata, dikutip dari Medical Daily, Rabu (9/10).
Studi ini menekankan peningkatan konsumsi digital yang mengkhawatirkan di kalangan anak-anak, yang semakin dipercepat oleh pandemi Covid-19. Para peneliti melaporkan bahwa 42% siswa sekolah menengah mengalami penurunan kesehatan mental, dengan perasaan sedih yang terus menerus, meningkat secara signifikan sebesar 50% sejak tahun 2011.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penelitian ini juga mengungkapkan tren berbahaya dalam rata-rata waktu penggunaan layar pada anak-anak. Anak-anak berusia 8 hingga 12 tahun mengonsumsi 5,5 jam konten digital yang tidak mendidik setiap hari, sementara remaja rata-rata menghabiskan 8,5 jam. Para peneliti menekankan peran penting yang dimainkan oleh orang tua dalam mengatur konsumsi digital dan membina hubungan yang lebih sehat dengan teknologi; hubungan yang tidak berlebihan dan tidak menghabiskan waktu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!