Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penanganan Penyakit Menular Butuh Intervensi Internasional

📅 Sabtu, 12 Okt 2024, 03:13 WIB | Oleh:
Penanganan Penyakit Menular Butuh  Intervensi Internasional Doc: Foto tangkapan layar Muhamad Ma'rup
Ket. Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, dalam Peluncuran Peta Jalan Eliminasi Malaria & Pencegahan Penularan Kembali di Indonesia Tahun 2025-2045, yang diakses secara daring, Kamis (10/10).

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan penanganan penyakit menular butuh intervensi internasional. Menurutnya, penyakit menular identik dengan negara berkembang.

"Kita butuh pemimpin dari negara berkembang supaya bersuara mengenai kondisi ini," ujar Budi, dalam Peluncuran Peta Jalan Eliminasi Malaria & Pencegahan Penularan Kembali di Indonesia Tahun 2025-2045, yang diakses secara daring, kemarin.

Dia menjelaskan, kondisi berbeda terjadi ketika masa pandemi Covid-19 sebab negara maju juga terdampak sehingga penanganannya cepat. Menurutnya, kehadiran komunitas internasional bisa mendukung penanganan, salah satunya dari pembiayaan.

Budi menerangkan, kondisi di Indonesia untuk penyakit menular seperti TBC tiap tahunnya menular pada 1 juta orang dengan jumlah kasus meninggal sebanyak 134 ribu orang. Sedangkan HIV sebanyak 30 ribu orang dengan kasus meninggal sebanyak 26 ribu orang dan malaria 1,2 juta orang dengan kasus meninggal 100 orang.

"Jadi malaria tinggi, kematian rendah. HIV penularan relatif rendah, kematian tinggi. TBC penularan tinggi, kematian 134 ribu. 134 ribu kira-kira satu orang meninggal per menit," jelasnya.

Dia menyebut, penanganan penyakit menular membutuhkan surveilans atau pengetesan laboratorium yang baik. Indonesia saat ini memiliki metode rapid test dan PCR yang tersebar di puskesmas, termasuk pelatihan sumber daya manusianya.

"Kita beruntung karena waktu Covid-19 kita bisa membangun infrastrukturnya. Alat yang sama bisa digunakan untuk mendeteksi, sehingga kemampuan untuk mendeteksi sudah ada," katanya.

Budi melanjutkan, penanganan selanjutnya yaitu melalui obat dan vaksin. Menurutnya, tantangan dalam vaksinasi adalah terbatasnya jenis vaksin untuk penyakit menular seperti malaria. "Vaksinnya kalau bisa dipercepat. Selain vaksin, ada obat-obatan dan itu ketersediaannya cukup," ucapnya. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.