Museum Nasional Indonesia Pamerkan 902 Koleksi Benda Terdampak Kebakaran
📅 Jumat, 11 Okt 2024, 20:15 WIB | Oleh: Haryo BronoNi Luh juga menjelaskan, dalam tiga tahun ke depan, MNI akan mengalami transformasi bertahap, terdapat digitalisasi manajemen koleksi, memperkenalkan cara baru dalam menyajikan dan merayakan keunggulan pemikiran dan kreativitas. Transformasi ini mencakup penerapan teknologi digital dalam pameran untuk menciptakan pengalaman yang lebih interaktif, seperti penggunaan augmented reality (AR) dan virtual tours."
Salah satu ruang pamer yang mengadaptasi inovasi teknologi adalah ruangan ImersifA, sebuah teknologi canggih yang merevolusi cara kita mengalami sejarah dan budaya. Ruangan ini menggunakan teknologi visualisasi dan audio yang canggih untuk menciptakan pengalaman yang menyeluruh dan mendalam, mirip dengan melihat lukisan gua dalam konteks modern.
"Pengunjung dapat menjelajahi sejarah budaya Indonesia lintas zaman dalam format yang sangat interaktif, memungkinkan mereka untuk mengimajinasikan kembali dan mengalami narasi sejarah dengan cara yang baru dan menarik," ujarnya.
Ia menerangkan pemeran Perjalanan Pemulihan MNI Pasca Kebakaran: "Menabuh Nekara, Menyiram Api" serta Pameran Repatriasi: Kembalinya Warisan Budaya dan Pengetahuan Nusantara akan berlangsung hingga 31 Desember.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai bagian dari inisiatif revitalisasi yang berkelanjutan, MNI juga menyoroti pentingnya kolaborasi multi pemangku kepentingan (multi-stakeholder) yang telah menjadi kunci sukses dalam proses pembaruan museum. Kolaborasi ini melibatkan IHA bersama dengan rangkaian ahli kurator, ahli cagar budaya, komunitas budaya, lembaga internasional, ahli sejarah, arsitek, dan tokoh nasional, yang semuanya telah memberikan kontribusi signifikan dalam merancang an melaksanakan konsep serta ide baru yang kini mewarnai wajah MNI.
"Kolaborasi multi-stakeholder ini telah membantu mendefinisikan ulang MNI tidak hanya sebagai tempat penyimpanan koleksi bersejarah, tetapi sebagai institusi yang hidup, bernapas, dan terus berkembang, yang mempromosikan pemahaman dan apresiasi terhadap kekayaan budaya Indonesia. Melalui kerja sama ini, MNI diharapkan dapat terus berfungsi sebagai jembatan antara masa lalu dan masa depan, mengedukasi dan menginspirasi generasi saat ini dan yang akan datang," tambah Mahendra.
Pada pembukaan kepada public MNI menampilkan beragam rangkaian tata pamer dan kuratorial baru, pameran temporer dan program publik lainnya. Salah satu kegiatan publik menarik adalah instalasi video mapping didukung oleh Epson Indonesia pada fasad Gedung A Museum Nasional Indonesia yang dapat dinikmati publik hingga akhir bulan ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!