Studi: Perubahan Iklim Membuat Badai Helene Semakin Dahsyat
📅 Kamis, 10 Okt 2024, 00:02 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SDalam kedua kasus tersebut, penelitian menemukan bahwa curah hujan meningkat hingga 10 persen karena pemanasan global, yang saat ini mencapai 1,3 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri. Ini adalah peningkatan suhu rata-rata global untuk permukaan planet di daratan dan lautan.
Untuk mempelajari angin Helene, para ilmuwan mengamati data badai yang berasal dari tahun 1900. Mereka menentukan angin Helene 11 persen lebih kuat, atau 21 kilometet/jam, sebagai akibat dari perubahan iklim.
Terakhir, para peneliti memeriksa suhu air di Teluk Meksiko, tempat Helene terbentuk, dan menemukan suhunya sekitar 2 derajat Celsius di atas normal. Rekor suhu ini terjadi 200 hingga 500 kali lebih mungkin terjadi akibat perubahan iklim, kata penelitian tersebut.
Lautan yang lebih hangat melepaskan lebih banyak uap air, menyediakan lebih banyak energi untuk badai saat terbentuk.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jika manusia terus membakar bahan bakar fosil, AS akan menghadapi badai yang lebih dahsyat lagi," ujar Clarke memperingatkan dalam sebuah pernyataan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!