Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PM Jepang Bubarkan Parlemen Jelang Pemilu 27 Oktober

📅 Rabu, 09 Okt 2024, 14:56 WIB | Oleh:
PM Jepang Bubarkan Parlemen Jelang Pemilu 27 Oktober Doc: AP/Hiro Komae
Ket. Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba (kanan) menghadiri sesi luar biasa di majelis rendah parlemen, Rabu, 9 Oktober 2024, di Tokyo.

TOKYO - Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba pada hari Rabu (9/10) membubarkan parlemen menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan akan digelar pada 27 Oktober.

Mengutip laporan Kyodo, langkah Ishiba membubarkan majelis rendah merupakan yang tercepat yang dilakukan pemimpin Jepang pascaperang, hanya delapan hari setelah menjabat.

Partai berkuasa, Partai Demokrat Liberal (LDP), yang terlibat dalam skandal dana gelap, dan mitra koalisi juniornya, partai Komeito, menguasai majelis yang beranggotakan 465 orang.

Kabinet Ishiba menyetujui rencana pembubaran pada pagi hari dan akan menyelesaikan jadwal kampanye yang akan dimulai pada 15 Oktober. Perdana menteri akan mengadakan konferensi pers pada Rabu malam.

Masa jabatan anggota majelis rendah saat ini berakhir pada Oktober 2025, dan pada saat itu pemilihan umum harus diadakan. Berdasarkan Konstitusi Jepang, perdana menteri memiliki kewenangan untuk membubarkan majelis sesuai dengan kebijakan mereka.

"Saya memutuskan untuk membubarkan majelis ini untuk mendapatkan penilaian langsung dari publik karena sangat penting bagi kami untuk terus menjalankan pemerintahan guna melindungi Jepang dan rakyatnya," kata Ishiba dalam debat parlemen empat mata dengan para pemimpin oposisi pada hari Rabu.

Yoshihiko Noda, mantan perdana menteri yang sekarang memimpin partai oposisi utama Partai Demokratik Konstitusional Jepang, mengecam Ishiba karena mencoba mengalihkan perhatian pemilih dari isu "uang rahasia", merujuk pada pengungkapan bahwa anggota LDP gagal melaporkan dana politik dengan benar.

"Anda membubarkan parlemen lebih awal," dengan berpikir bahwa LDP "dapat mengamankan kemenangan selama masa bulan madu," ketika para pemimpin baru cenderung menikmati kenaikan awal dalam dukungan publik, kata Noda kepada Ishiba.

Ishiba, sebelum terpilih menjadi perdana menteri, bulan lalu mengumumkan niatnya untuk membubarkan majelis rendah, yang memicu reaksi keras dari partai-partai oposisi atas apa yang mereka lihat sebagai perubahan haluan dan pengabaian terhadap Konstitusi.

Pemilihan umum sebelumnya diadakan pada tahun 2021, tak lama setelah Fumio Kishida menjadi perdana menteri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.