Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementerian PUPR Serukan Konsep Bangunan Hijau

📅 Selasa, 08 Okt 2024, 00:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kementerian PUPR Serukan Konsep Bangunan Hijau Doc: ANTARA/Luqman Hakim
Ket. Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti saat menghadiri pembukaan pameran "Jaga Iklim Jaga Masa Depan (Memetri)" di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Senin (7/10/2024).

Yogyakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyerukan pentingnya pengembangan bangunan gedung dengan konsep hijau, untuk menekan dampak perubahan iklim dalam momentum Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia 2024.

"Bangunan adalah salah satu kontributor utama untuk emisi gas rumah kaca. Dan ini juga menyumbang sepertiga dari total emisi gas," kata Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti saat pembukaan pameran "Jaga Iklim Jaga Masa Depan (Memetri)" di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Senin.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip hijau, kata dia, bangunan menjanjikan potensi besar penghematan energi, karena salah satunya menekankan sirkulasi udara dan mengurangi penggunaan AC.

"Bangunan gedung hijau -BGH-berpotensi menghemat energi melalui penerapan strategi iklim mikro dan pendinginan pasif," katanya.

Karena itu pemerintah telah menerbitkan PP Nomor: 16 tahun 2021 tentang peraturan pelaksanaan Undang-Undang (UU) Bangunan Gedung yang diwajibkan untuk melakukan penghematan energi 25 persen selama operasinya.

Selain itu, Kementerian PUPR juga telah menerbitkan Peraturan Menteri PUPR Nomor: 21 tahun 2021 tentang Penilaian
Kinerja Bangunan Gedung Hijau.

"Saya enggak mau yang mengikuti ini hanya di pusat. Belum semua -gedung- kabupaten/kota mengikuti 'green building' ini. Bahkan mungkin kalau kita membangunkan bangunan yang 'green building' setahun, dua tahun kemudian sudah tidak 'green building' lagi," kata dia.

Menurut Diana, tahun 2024 merupakan momentum penting untuk menggairahkan kembali gerakan menangani masalah perubahan iklim melalui konsep bangunan di berbagai wilayah kabupaten/kota di Indonesia.

"Sekarang sudah 50 persen lebih -menerapkan bangunan hijau- tetapi tetap harus kita tingkatkan," ujarnya.

Dia juga mengatakan, upaya memperingati Hari Habitat Dunia 2024 merupakan bentuk komitmen Indonesia dalam mewujudkan permukiman dan perkotaan yang layak huni dan berkelanjutan.

Karena itu, Pameran Jaga Iklim, Jaga Masa Depan (Memetri) di GIK UGM yang digelar Kementerian PUPR sebagai salah satu rangkaiannya, dapat menjadi sarana untuk mengingatkan masyarakat terkait pentingnya menjaga alam. "Kalau bukan kita siapa lagi?," kata dia.

Apalagi, kata dia, dalam kurun satu tahun terakhir untuk pertama kalinya dunia melampaui ambang batas pemanasan bumi 1,5 derajat Celsius yang ditetapkan Perjanjian Paris.

"Kita tahu bahwa sektor infrastruktur ini adalah salah satu sektor yang paling berdampak pada perubahan iklim ini ya, dan ini tentunya akan berpotensi menghambat pertumbuhan yang berkelanjutan," kata Diana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.