Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gletser Mencair, Swiss dan Italia Gambar Ulang Perbatasan Wilayahnya

📅 Minggu, 06 Okt 2024, 08:02 WIB | Oleh:
Gletser Mencair, Swiss dan Italia Gambar Ulang Perbatasan Wilayahnya Doc: BBC
Ket. Bagian wilayah yang terkena dampak akan berada di bawah Matterhorn, salah satu gunung tertinggi di Eropa.

JAKARTA - Swiss dan Italia menggambar ulang sebagian wilayah perbatasan mereka di Pegunungan Alpen karena mencairnya gletser yang disebabkan oleh perubahan iklim.

Dilaporkan BBC, bagian wilayah yang terkena dampak akan berada di bawah Matterhorn, salah satu gunung tertinggi di Eropa, dan dekat dengan sejumlah resor ski populer.

Bagian besar perbatasan Swiss-Italia ditentukan oleh garis punggung gletser atau area salju abadi, tetapi mencairnya gletser telah menyebabkan batas alami ini bergeser, yang menyebabkan kedua negara berupaya memperbaiki perbatasan.

Swiss secara resmi menyetujui perjanjian perubahan tersebut pada hari Jumat (4/10), tetapi Italia belum melakukan hal yang sama. Hal ini menyusul rancangan perjanjian oleh komisi gabungan Swiss-Italia pada bulan Mei 2023.

Statistik yang diterbitkan bulan September lalu menunjukkan bahwa gletser Swiss kehilangan 4% volumenya pada tahun 2023, kehilangan terbesar kedua setelah rekor pencairan tahun 2022 sebesar 6%.

Laporan tahunan diterbitkan setiap tahun oleh Jaringan Pemantauan Gletser Swiss (Glamos), yang mengaitkan rekor kehilangan gletser dengan musim panas yang sangat hangat berturut-turut, dan curah salju yang sangat rendah pada musim dingin 2022. Para peneliti mengatakan jika pola cuaca ini berlanjut, pencairan akan semakin cepat.

Pada hari Jumat, Swiss mengatakan perbatasan yang didefinisikan ulang telah disusun sesuai dengan kepentingan ekonomi kedua pihak.

Diperkirakan bahwa memperjelas batas-batas akan membantu kedua negara menentukan siapa yang bertanggung jawab atas pemeliharaan kawasan alam tertentu.

Batas Swiss-Italia akan diubah di wilayah Plateau Rosa, tempat perlindungan Carrel dan Gobba di Rollin - semuanya dekat dengan Matterhorn dan resor ski populer termasuk Zermatt.

Perubahan perbatasan yang tepat akan dilaksanakan dan perjanjian dipublikasikan setelah kedua negara menandatanganinya.

Swiss mengatakan proses persetujuan untuk penandatanganan perjanjian sedang berlangsung di Italia.

Sejumlah penemuan telah dilakukan di gletser Swiss dalam beberapa tahun terakhir karena pencairan dan penyusutannya yang cepat.

Juli lalu, sisa-sisa jasad manusia yang ditemukan di dekat Matterhorn dipastikan adalah milik seorang pendaki Jerman yang hilang sejak 1986.

Para pendaki yang melintasi gletser Theodul di atas Zermatt melihat sepatu bot pendakian dan crampon muncul dari es.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.