Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Filipina Kecam Serangan pada Nelayan Vietnam

📅 Sabtu, 05 Okt 2024, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Filipina Kecam Serangan pada Nelayan Vietnam Doc: AFP/NOEL CELIS
Ket. Penasihat Keamanan Nasional Filipina, Eduardo Ano

MANILA - Filipina pada Jumat (4/10)mengecam dugaan serangan Tiongkok terhadap nelayan Vietnam di Laut Tiongkok Selatan (LTS), tempat Manila dan Beijing juga terlibat dalam konfrontasi keras yang menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya konflik bersenjata.

Sebelumnya Vietnam menuduh pasukan penegak hukum Tiongkok telah memukuli 10 nelayan dengan tongkat besi dan merampok ikan dan peralatan senilai ribuan dollar AS pada Minggu (29/9) di lepas pantai Kepulauan Paracel di LTS.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengakui adanya insiden yang terjadi di sana, tetapi membantah versi Vietnam mengenai kejadian tersebut.

Tiongkok dan Vietnam sama-sama mengklaim Kepulauan Paracel, tetapi Filipina tidak. "Kami mengutuk keras tindakan kekerasan dan ilegal otoritas maritim Tiongkok terhadap nelayan Vietnam di dekat Kepulauan Paracel pada 29 September 2024," kata Penasihat Keamanan Nasional Filipina, Eduardo Ano, dalam sebuah pernyataan.

Ano menggambarkan bahwa serangan yang tidak dapat dibenarkan tersebut sebagai tindakan mengkhawatirkan yang tidak memiliki tempat dalam hubungan internasional.

Kementerian Luar Negeri Filipina pada Jumat juga mengeluarkan pernyataan yang mengatakan pihaknya mengetahui insiden serius tersebut.

"Filipina secara konsisten mengecam penggunaan kekuatan, agresi, dan intimidasi di LTS, dan menekankan perlunya para aktor untuk benar-benar menahan diri," kata kementerian itu. "Merupakan kewajiban utama untuk menjamin keselamatan di laut bagi kapal dan awaknya, terutama nelayan," imbuh mereka.

Perluas Kehadiran

Insiden penyerangan terhadap nelayan Vietnam itu terjadi hanya selang tiga bulan setelah personel penegak hukum Tiongkok yang bersenjatakan pisau, tongkat, dan kapak, menyerang pasukan Filipina yang berupaya mengirimkan pasokan ke garnisun Filipina yang berjaga di Second Thomas Shoal di Kepulauan Spratly.

Pada insiden itu tentara Tiongkok menyita senjata api dan perlengkapan lainnya serta merusak kapal-kapal Filipina, sementara seorang pelaut Filipina kehilangan ibu jari dalam perkelahian pada tanggal 17 Juni.

Penjaga pantai Tiongkok dan kapal-kapal lainnya dalam beberapa bulan terakhir juga telah menabrak, menyemprotkan meriam air, dan memblokir kapal-kapal pemerintah Filipina pada beberapa kesempatan di sekitar Second Thomas Shoal dan Sabina Shoal di Kepulauan Spratly, serta Scarborough Shoal di wilayah laut lainnya.

Beijing mengklaim sebagian besar LTS dan selama bertahun-tahun berupaya memperluas kehadirannya di wilayah yang disengketakan di sana, menepis putusan internasional yang menyatakan klaimnya terhadap sebagian besar jalur perairan itu tidak memiliki dasar hukum.

Mereka pun telah membangun pulau-pulau buatan yang dipersenjatai dengan sistem misil dan landasan pacu untuk jet tempur, serta mengerahkan kapal-kapal yang menurut Filipina mengganggu kapal-kapalnya dan menghalangi para nelayannya. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.