Taiwan Bersihkan Wilayah Selatan Setelah Topan Krathon Menerjang
📅 Jumat, 04 Okt 2024, 11:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: RFI/AFP/WALID BERRAZEG
TAIPEI - Para pekerja memindahkan pohon-pohon yang ditebang dan menyapu pecahan kaca di Taiwan selatan pada hari Jumat (4/10) ketika Topan Krathon diturunkan menjadi depresi tropis setelah menewaskan dua orang dan melukai ratusan lainnya.
Badan Cuaca Pusat (CWA) mencabut peringatan topan pada Jumat pagi saat badai perlahan menghilang setelah menghantam pulau itu sehari sebelumnya, membawa tanah longsor, banjir, dan angin kencang yang merusak.
Di seluruh pulau, dua orang tewas, satu orang hilang dan lebih dari 600 orang dilaporkan terluka, dengan lebih dari 100.000 rumah masih tanpa listrik hingga hari Jumat.
Di kota pesisir Kaohsiung, tempat sekolah dan kantor tetap tutup, para pekerja berlomba membersihkan pohon dan papan iklan yang masih menghalangi banyak jalan dan rel kereta ringan.
"Semua jalan di sekitar, baik besar maupun kecil, semuanya tidak dapat diakses. Jadi, pergi ke sekolah dan bekerja besok akan sulit," kata seorang warga Kaohsiung bermarga Chan kepada AFP, Kamis malam.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya pikir akan ada banyak pekerjaan pembersihan yang harus dilakukan untuk membereskan semua ini. Bencana di Kaohsiung ini cukup parah."
Lebih dari 1.000 tentara telah dikerahkan untuk membantu upaya pembersihan di kota pelabuhan selatan, kata kementerian pertahanan.
"Lingkaran badai Krathon menyelimuti Kaohsiung selama 60 jam. Di beberapa daerah, curah hujan lebih tinggi daripada Topan Gaemi (Juli), dan rekor angin kencang Level 17 juga tercatat di Pelabuhan Kaohsiung," kata Wali Kota Chen Chi-mai dalam sebuah posting Facebook.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Semua unit pemerintahan kota berupaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki kerusakan."
Kecepatan angin 56,3 meter per detik terukur di Kaohsiung pada hari Kamis, menurut CWA.
Warga Kaohsiung diinstruksikan oleh pihak berwenang untuk "secepatnya berlindung" sebelum topan menerjang daratan sekitar tengah hari pada hari Kamis dengan hembusan angin berkecepatan 162 kilometer (100 mil) per jam.
Angin kencang menumbangkan pepohonan, menerbangkan kontainer kargo dari dermaga, dan memecahkan pintu kaca toko-toko dan bank di seluruh kota.
Rekaman TV lokal menunjukkan para pekerja toko swalayan berdiri di belakang pintu kaca dan berusaha menahannya sebelum pintu itu hancur akibat hembusan angin kencang, yang mengakibatkan barang-barang beterbangan di dalam toko.
Topan tersebut juga mengganggu pasokan listrik dan air di Kaohsiung. Hampir 130.000 rumah masih tanpa air pada hari Jumat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!