Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bharatiya Antariksh Station, Stasiun Luar Angkasa Pertama India

📅 Kamis, 03 Okt 2024, 06:25 WIB | Oleh:
Bharatiya Antariksh Station,  Stasiun Luar Angkasa Pertama India Doc: afp/ R.Satish BABU

India bersiap untuk membuat lompatan besar dalam teknologi luar angkasa dengan peluncuran stasiun luar angkasanya sendiri. Kabinet Persatuan yang diketuai oleh Perdana Menteri Narendra Modi, pada 18 September 2024 lalu telah memberikan lampu hijau untuk mengembangkan modul pertama Bharatiya Antariksh Station (BAS-1).

Pengembangan modul stasiun luar angkasa pertama tersebut akan menjadi bagian dari proyek yang dinamakan Gaganyaan atau demonstrasi kemampuan penerbangan antariksa manusia dengan meluncurkan 3 awak ke orbit 400 kilometer untuk misi 3 hari dan membawa mereka kembali dengan selamat ke Bumi, dengan mendarat di perairan laut India.

Program yang dikembangkan dan dikelola oleh India Space Research Organization (ISRO), bersama dua program lainnya dapat dilihat sebagai langkah maju yang signifikan bagi ambisi India dalam eksplorasi luar angkasa. Keputusan ini akan memungkinkan India untuk meluncurkan stasiun luar angkasanya sendiri pada tahun 2035 dan mempersiapkan misi berawak ke Bulan pada tahun 2040.

Menandai langkah maju yang signifikan bagi eksplorasi luar angkasa India, Kabinet Persatuan telah menyetujui empat misi luar angkasa utama. BAS adalah misi antariksa India akan melangkah maju. Stasiun antariksa ini akan menjadi stasiun antariksa pertama di negara itu yang akan diluncurkan pada tahun 2035. Modul pertama stasiun tersebut direncanakan akan diluncurkan pada tahun 2028.

Menteri Persatuan Ashwini Vaishnaw membuat pengumuman ini setelah rapat kabinet pada tanggal 18 September yang menyatakan bahwa, "Kabinet telah menyetujui pengembangan modul pertama BAS dan misi terkaitnya," ujar dia dikutip dari laman science.org.

Program Gaganyaan yang diperbarui sekarang mencakup delapan misi yang akan diselesaikan pada Desember 2028. Misi tersebut juga mencakup peluncuran unit pertama BAS-1. Proyek-proyek yang diperluas dalam misi tersebut akan mendukung India dalam upayanya untuk misi Bulan berawak di masa depan.

Saat ini hanya dua stasiun ruang angkasa yang beroperasi di luar angkasa Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dan Stasiun Luar Angkasa Tiangong (TSS) milik Tiongkok. Setelah BAS beroperasi, stasiun ini akan menjadi salah satu dari sedikit stasiun ruang angkasa aktif di dunia.

BAS diharapkan dapat mempromosikan kemajuan teknologi dan ilmiah di bidang-bidang penting. Proyek-proyek ini akan memajukan penelitian dan pengembangan yang berpusat di sekitar gravitasi mikro. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.