Misteri Udara Bersih Antartika dari Aerosol Gunung Berapi
📅 Selasa, 01 Okt 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Wikimedia
Para peneliti berhasil mengungkap kadar aerosol yang tinggi sebagai penyebab udara bersih di stratosfer Antartika. Mereka menduga hal ini terkait dengan aktivitas gunung berapi dan intrusi udara hangat yang signifikan dan temuan ini penting untuk menyempurnakan model iklim dan memahami pergeseran iklim regional.
Sebuah proyek penelitian Leipzig baru-baru ini telah memberi wawasan baru tentang awan di Antartika. Tim peneliti mengungkap adanya intrusi udara hangat, udara yang sangat bersih di dekat tanah, dan aerosol sulfat di dataran tinggi.
Dari Januari hingga Desember 2023, para peneliti melakukan penyelidikan berbasis darat pertama tentang distribusi vertikal partikel aerosol dan awan di atmosfer di atas Stasiun Neumayer III Jerman dari Institut Alfred Wegener, Pusat Penelitian Kutub dan Kelautan Helmholtz (AWI).
Pengukuran dengan resolusi ketinggian tersebut merupakan yang pertama dari jenisnya di Queen Maud Land, wilayah Antartika yang berbatasan dengan Atlantik dan mencakup wilayah yang lebih luas dari Greenland. Pengamatan dilakukan dengan platform OCEANET-Atmosphere dari Leibniz Institute for Tropospheric Research (TROPOS).
Hasil awal dari penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal terkenal Bulletin of the American Meteorological Society (BAMS). Pengukuran tersebut didanai oleh German Research Foundation (DFG) dan dilakukan dengan kerja sama yang erat dengan AWI.
Sebaiknya Anda baca juga:
Benua Antartika dan Samudra Selatan merupakan komponen penting dari sistem iklim global. Meskipun iklim Antartika dianggap relatif stabil pada abad lalu, perubahan signifikan kini tengah diamati. Proyeksi iklim menunjukkan bahwa bagian dalam Antartika akan menghangat, luas es laut akan berkurang sekitar 30 persen, dan curah hujan akan meningkat pada abad ke-21.
Namun, proyeksi tersebut tunduk pada ketidakpastian besar dan model sirkulasi atmosfer global belum dapat mereproduksi tutupan awan dan pemaksaan radiatif di atas Samudra Selatan dengan benar. Representasi awan yang tidak tepat ini menyebabkan estimasi radiasi termal dan suhu permukaan laut yang menyimpang.
Padahal estimasi radiasi termal dan suhu permukaan yang sesuai merupakan prasyarat untuk memperkirakan fluks energi antara lautan dan atmosfer. Selain itu, untuk dapat mendokumentasikan setiap perubahan dalam suatu lingkungan seperti Antartika, keadaan terkininya juga perlu didokumentasikan sebaik mungkin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Memperoleh pengetahuan tentang pembentukan awan di Antartika merupakan kebutuhan penting. Pasalnya ini terjadi secara berbeda di udara bersih di belahan bumi selatan dibandingkan di belahan bumi utara dengan permukaan daratan yang lebih luas.
Sumber ketidakpastian utama kedua adalah pengangkutan uap air dan partikel dari garis lintang tengah dan subtropis ke kutub. Permukaan yang relatif datar antara Laut Weddell dan Kutub Selatan mungkin merupakan semacam jalan raya bagi massa udara hangat dan lembab.
Untuk mempelajari lebih lanjut tentang awan di Antartika, instrumentasi di stasiun penelitian Jerman Neumayer III milik AWI dilengkapi dengan pengukuran penginderaan jarak jauh seperti lidar (light detection and ranging) atmosfer dan radar awan selama sekitar satu tahun penuh dalam rangka proyek COALA (Pengamatan Berkelanjutan Interaksi Aerosol-Awan di Antartika).
Pentingnya proyek ini diakui dengan baik oleh program prioritas Penelitian Antartika dari Yayasan Sains Jerman (Deutsche Forschungsgemeinschaft, DFG). Keduanya menyediakan dana untuk upaya penelitian tersebut.
OCEANET dipasang 300 meter di selatan Stasiun Neumayer Antartika Jerman III pada awal tahun 2023. OCEANET-Atmosphere adalah kontainer otonom berukuran 20 kaki yang telah diuji di kutub dan dilengkapi dengan peralatan observasi atmosfer canggih.
Saat ini, kontainer ini merupakan satu-satunya platform kontainer tunggal yang mampu mengamati kutub yang menggabungkan lidar multipanjang gelombang, radar awan, radiometer gelombang mikro, dan lidar Doppler untuk mengamati awan dan aerosol, termasuk gerakan udara yang bergejolak.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!