Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Lebak minta petani genjot produksi ubi kayu

📅 Senin, 30 Sep 2024, 17:50 WIB | Oleh:
Pemkab Lebak minta petani genjot produksi ubi kayu Doc: ANTARA/Mansyur
Ket. Produksi ubi kayu dipasok petani ke Pasar Rangkasbitung Kabupaten Lebak.

RANGKASBITUNG - Pemerintah Kabupaten Lebak meminta petani setempat meningkatkan produksi singkong atau ubi kayu, karena harga di pasaran relatif baik dengan kisaran antara Rp4.000 - 5.000 per kilogram.

"Saya kira harga ubi kayu melonjak dari sebelumnya Rp2.000 per kilogram," kata Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar di Rangkasbitung, Lebak, Senin.

Pemerintah daerah mendorong petani agar memperluas tanaman singkong guna menggenjot produksi, karena permintaan pasar cenderung meningkat.

Areal lahan tidur yang tidak produktif agar dimanfaatkan untuk ubi kayu sehingga dapat memenuhi ketersediaan pangan dan peningkatan ekonomi.

Berdasarkan data produksi ubi kayu Januari sampai 25 September 2024 di Lebak mencapai 26.420 ton dari panen seluas 2.000 hektare.

Perputaran uang dari produksi singkong sebanyak 26.420 ton itu bila dikalkulasikan dengan harga rata-rata Rp5.000 per kilogram dipastikan miliaran rupiah.

Mereka petani mengembangkan tanaman ubi kayu itu di lahan-lahan darat juga ada tumpang sari dengan tanaman jagung dan padi huma

Produksi ubi kayu itu bisa dijadikan bahan makanan camilan, seperti makanan getuk, keripik, kerupuk opak, combro, misro, bolu, rebus, gorengan dan lainnya.

Selain itu juga ubi kayu bisa dijadikan bahan baku tepung tapioka yang dipasok ke Lampung, karena mengingat singkong memiliki kandungan karbohidrat seperti beras.

"Kami minta petani agar mengembangkan tanaman ubi kayu guna memenuhi ketersediaan pangan dan peningkatan ekonomi keluarga," kata Deni.

Menurut dia, potensi pengembangan tanaman singkong di daerah itu cukup luas karena merupakan daerah agraris.

Selain itu, tanam ubi kayu juga tidak banyak perawatan karena tanaman itu mudah tumbuh subur tanpa penggunaan pupuk.

Para petani di 28 kecamatan hampir semuanya terdapat tanaman singkong, tetapi jumlah tanam masih kecil.

Selama ini, petani bisa memasok ubi kayu ke Pasar Rangkasbitung, Tangerang dan Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...

Kewajiban Warga Menunaikan Tugas Fiskal Kini Dipermudah

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...
Nasional
Korem 132/Tadulako Bangun 5...
Luar Negeri
Trump Isyaratkan Negosiasi ...
Megapolitan
Selama Agustus, DKP Tangera...

Pekan Pertama Agustus, Harga Bensin Turun

2 jam lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Pekan Pertama Agustus, Harg...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.