Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

8 Orang Tewas Akibat Wabah Virus Marburg di Rwanda

📅 Senin, 30 Sep 2024, 16:33 WIB | Oleh:
8 Orang Tewas Akibat Wabah Virus Marburg di Rwanda Doc: ANTARA/Anadolu/py
Ket. Rwanda merilis laporan pertama angka kematian akibat wabah virus Marburg setelah delapan orang meninggal akibat virus tersebut, menurut kementerian kesehatan setempat pada Minggu, (29/9).

ISTAMBUL - Rwanda merilis laporan pertama angka kematian akibat wabah virus Marburg setelah delapan orang meninggal akibat virus tersebut.

Menurut kementerian kesehatan setempat di platform X pada Minggu (29/9) malam, 26 kasus Marburg telah dilaporkan hingga hari itu.

Menteri Kesehatan Sabin Nsanzimanameminta masyarakatdi negara Afrika Timur tersebut untukmelanjutkan aktivitas sehari-hari karena tidak ada larangan dalam upaya pencegahan virus Marburg.

"Masyarakat tidak perlu panik karena kami telah mengidentifikasi semua titik penyebaran penyakit dan sedang mengambil tindakan yang tepat," kata Nsanzimana di X.

Marburg adalah demam berdarah akibat virus sangat menular yang masih satu keluarga dengan Ebola yang lebih dulu dikenal, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Virus Marburg ditularkan ke manusia dari kelelawar buah dan menyebar antarmanusia lewat kontak langsung dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi.

Virus tersebut juga menular melalui kontak langsung dengan benda-benda yang sering dipakai banyak orang, seperti meja, lantai, fasilitas publik, ruang pertemuan, atau benda lain yang terkontaminasi. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Modena Tawarkan Diskon hingga 77 Persen di PRJ

16 menit yang lalu | Haryo Brono

Rona
Modena Tawarkan Diskon hing...
Nasional
DPR RI Ingatkan Pariwisata ...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.