Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ancaman Krisis Akan Naik akibat Kenaikan Permukaan Air Laut

📅 Jumat, 27 Sep 2024, 00:02 WIB | Oleh:
Ancaman Krisis Akan Naik akibat Kenaikan Permukaan Air Laut Doc: ISTIMEWA
Ket. Naiknya permu­kaan air laut menciptakan gelombang kesengsaraan yang meningkat

NEW YORK - Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, pada hari Rabu (25/9), memperingatkan naiknya permukaan air laut menciptakan gelombang kesengsaraan yang meningkat, sementara koalisi negara-negara kepulauan kecil menyatakan kedaulatan mereka harus dihormati bahkan jika tanah mereka diambil alih.

Dikutip dari Dawn, hampir satu miliar orang di seluruh dunia tinggal di daerah pesisir dataran rendah, semakin rentan terhadap gelombang badai, erosi pantai, dan banjir, sementara pulau-pulau Pasifik menghadapi ancaman yang semakin besar terhadap kelangsungan ekonomi dan bahkan keberadaannya.

Sejak awal abad ke-20, permukaan laut rata-rata global telah meningkat lebih cepat daripada abad mana pun sebelumnya selama setidaknya 3.000 tahun terakhir, akibat langsung dari pemanasan global akibat manusia yang memicu pencairan es di daratan dan pemuaian termal air laut.

"Naiknya permukaan laut berarti gelombang penderitaan yang meningkat," kata Guterres, saat berpidato di sebuah pertemuan puncak yang menempatkan kenaikan permukaan laut di puncak agenda internasional di Majelis Umum PBB.

Menurut Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau National Aeronautics and Space Administration (NASA), selama seabad terakhir, ketika suhu global meningkat sekitar satu derajat Celsius, permukaan laut telah naik 160 hingga 210 milimeter dengan sekitar setengahnya terjadi sejak 1993.

Pengungsi Iklim

Menurut sebuah studi yang dikutip oleh Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim PBB, lima negara, Maladewa, Tuvalu, Kepulauan Marshall, Nauru, dan Kiribati, mungkin tidak dapat dihuni lagi pada tahun 2100, yang akan menciptakan 600.000 pengungsi iklim tanpa kewarganegaraan.

Guterres memperingatkan tentang "masyarakat yang terendam banjir, air tawar yang terkontaminasi, tanaman pangan yang hancur, infrastruktur yang rusak, keanekaragaman hayati yang hancur dan ekonomi yang hancur dengan sektor-sektor seperti perikanan, pertanian dan pariwisata yang terpukul."

"Dampak-dampak ini sudah dirasakan," katanya menunjuk pada ratusan keluarga pulau di Panama yang terpaksa pindah ke daratan utama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Kebakaran Meluas, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kebakaran Meluas, Wisata Gu...
Nasional
MTQ Nasional XXXI Dibuka, M...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.