Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menlu RI Serukan Agar Dunia Bertindak Lebih untuk Lindungi Pekerja Kemanusiaan

📅 Rabu, 25 Sep 2024, 13:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menlu RI Serukan Agar Dunia Bertindak Lebih untuk Lindungi Pekerja Kemanusiaan Doc: antara foto
Ket. Menlu RI Retno Marsudi

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menyerukan agar komunitas internasional untuk bertindak lebih demi memastikan perlindungan yang semakin efektif bagi pekerja kemanusiaan di wilayah konflik.

Hal tersebut semakin mendesak mengingat jumlah korban jiwa di kalangan pekerja kemanusiaan di berbagai belahan dunia, termasuk di Jalur Gaza, semakin meningkat, kata Menlu, menurut pernyataan tertulis Kemlu RI yang diterima di Jakarta, Rabu (25/9).

"Tahun 2024 tampaknya akan menjadi tahun yang lebih suram. Apa yang kita saksikan di Gaza, dengan para pekerja kemanusiaan yang tewas akibat serangan udara dan konvoi vaksin polio yang diserang, benar-benar tidak dapat ditoleransi," ucap Retno di New York City, Amerika Serikat.

Terlebih, pada tahun 2023 saja, tercatat lebih dari 280 pekerja kemanusiaan menjadi korban di berbagai konflik bersenjata, dan lebih dari setengahnya di Gaza.

Ia menegaskan pentingnya hukum kemanusiaan internasional dipatuhi dengan memastikan tidak ada impunitas terhadap pelanggaran hukum humaniter dan aktor kemanusiaan, sebagai pihak yang netral dalam peperangan, terus dilindungi.

Selain itu, sistem kerja PBB dan sinergi kerja sama kemanusiaan internasional untuk mengatasi tantangan dalam melindungi aktor kemanusiaan di wilayah konflik bersenjata juga harus diperkuat, ucap Menlu.

Untuk itu, Indonesia mendukung pembentukan Kelompok Menteri untuk Perlindungan Personel Kemanusiaan yang diinisiasi Australia di sela-sela Pekan Pertemuan Tingkat Tinggi Sidang Majelis Umum ke-79 PBB, sebagai wadah bersama untuk mendorong penegakan hukum humaniter internasional dan perlindungan pelaku kemanusiaan di wilayah konflik.

Retno juga menyepakati sebuah Pernyataan Bersama yang meresmikan kelompok kerja tersebut, sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk menegakkan hukum humaniter internasional dan mendorong aksi-aksi konkret dalam melindungi pekerja kemanusiaan di wilayah konflik.

Selain oleh Indonesia, Pernyataan Bersama itu turut didukung oleh Menteri Luar Negeri dari delapan negara, yaitu Australia, Yordania, Swiss, Sierra Leone, Inggris, Jepang, Brazil, dan Kolombia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.