Student Loan Berpotensi Perburuk Ketidakadilan dalam Sistem Pendidikan Indonesia
📅 Selasa, 24 Sep 2024, 15:55 WIB | Oleh: Tim PenulisAlih-alih menerapkan kebijakan student loan yang berpotensi menjerumuskan mahasiswa dalam utang, pemerintah sebaiknya fokus pada upaya lain yang lebih adil dan inklusif untuk memperluas akses pendidikan. Pendidikan harus dipandang sebagai hak asasi, bukan komoditas yang diperjualbelikan.
Langkah-langkah seperti subsidi pendidikan, penghapusan biaya kuliah untuk kalangan menengah ke bawah, atau peningkatan anggaran untuk beasiswa adalah solusi yang jauh lebih baik.
Pendidikan seharusnya membebaskan, bukan mengekang. Artinya, mahasiswa harus diberikan kebebasan untuk mengejar karier yang mereka inginkan, tanpa terbebani oleh kewajiban finansial yang mengikat. Dengan menghindari penerapan student loan, Indonesia dapat menciptakan sistem pendidikan yang lebih adil-semua individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang terlepas dari latar belakang ekonomi mereka.
Wacana student loan di Indonesia harus disikapi dengan kritis karena skema ini bukan sekadar pinjaman, tetapi alat kontrol kapitalis yang mengalienasi mahasiswa dari masa depan ekonomi mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika Indonesia ingin menciptakan sistem pendidikan yang adil dan merdeka, kebijakan seperti ini harus ditolak. Sebagai gantinya, pemerintah harus fokus pada kebijakan yang benar-benar memperluas akses tanpa membebani mahasiswa. Sehingga, pendidikan dapat berfungsi sebagai alat pembebasan, bukan instrumen pengendalian.![]()
Sry Lestari Samosir, S.Pd., M.Sos, Dosen Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!