Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Student Loan Berpotensi Perburuk Ketidakadilan dalam Sistem Pendidikan Indonesia

📅 Selasa, 24 Sep 2024, 15:55 WIB | Oleh: Tim Penulis

Dalam konteks student loan, mahasiswa yang terlilit utang akan kehilangan kebebasan untuk menentukan pilihan karier yang benar-benar mereka inginkan. Mereka harus menerima pekerjaan apapun yang memungkinkan mereka melunasi utang-bahkan jika pekerjaan itu tidak sesuai dengan passion dan potensi mereka.

Perangkap kapitalisme

Student loan pada dasarnya adalah instrumen kapitalis yang halus namun efektif. Dengan menciptakan sistem yang 'memaksa' mahasiswa berhutang untuk pendidikan, kapitalisme memperluas cengkeramannya ke dalam sektor pendidikan.

Kapitalisme mengubah pendidikan-yang seharusnya menjadi alat pembebasan dan pemberdayaan-menjadi komoditas yang diperjualbelikan. Mahasiswa tidak lagi dipandang sebagai individu yang mengejar ilmu, melainkan konsumen yang harus membayar untuk mendapatkan akses.

Dalam sistem ini, perguruan tinggi berubah menjadi perusahaan yang menjual jasa pendidikan, sementara mahasiswa menjadi pelanggan yang harus membayar dengan utang.

Kapitalisme mengokohkan posisinya dengan memastikan bahwa setiap langkah yang diambil mahasiswa selalu terkait dengan kewajiban finansial. Mereka yang tidak mampu membayar secara langsung dipaksa meminjam, dan pada akhirnya, mahasiswa terperangkap dalam lingkaran utang yang memperkuat kontrol kapitalis atas masa depan mereka.

Bagaimana menghindari perangkap

1. Belajar dari negara lain

Kita bisa belajar dari negara-negara yang telah lebih dulu menerapkan student loan. Di AS, utang pendidikan telah menjadi krisis nasional, dengan total utang mahasiswa mencapai lebih dari US$1,5 triliun (sekitar Rp22.500 triliun).

Sementara itu, ribuan lulusan terjebak dalam lingkaran utang yang memengaruhi pilihan hidup mereka, mulai dari karier hingga keputusan pribadi seperti membeli rumah atau memulai keluarga.

Ini adalah bentuk eksploitasi yang halus ketika pendidikan digunakan sebagai alat untuk memperluas cengkeraman kapitalisme atas individu.

Indonesia harus berhati-hati agar tidak jatuh ke dalam perangkap yang sama. Meskipun tujuan dari student loan adalah untuk memperluas akses pendidikan, dampak jangka panjangnya bisa sangat merugikan mahasiswa dan masyarakat secara keseluruhan. Student loan bisa menciptakan generasi muda yang terbebani utang, kehilangan daya tawar di pasar kerja, dan semakin teralienasi dari potensi mereka.

2. Akses pendidikan yang adil dan inklusif

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

27 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.