Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pilkada DKI, Pramono Anung Sebut Pemenuhan Air Bersih Jakarta Tak Cukup dari Waduk Jatiluhur

📅 Selasa, 24 Sep 2024, 15:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pilkada DKI, Pramono Anung Sebut Pemenuhan Air Bersih Jakarta Tak Cukup dari Waduk Jatiluhur Doc: ANTARA/Risky syukur
Ket. Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Pramono Anung-Rano Karno memberi keterangan kepada media usai dialog publik seni bersama calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Senin (23/9/2024).

JAKARTA - Calon gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan pemenuhan air bersih untuk wilayah setempat tidak cukup jika hanya mengandalkan pasokan dari waduk Jatiluhur.

Menurut dia dibutuhkan waduk lain untuk memenuhi kebutuhan air bersih di DKI Jakarta.

"Waduk yang di Jatiluhur kan tidak mencukupi. Dan itu persoalan panjangnya seperti yang disampaikan bang Doel tadi bahwa harus ada waduk (lain). Dan sekarang ini kan waduk sudah mulai dibangun untuk kebutuhan Jakarta, dari Banten. Tidak semuanya dari Jatiluhur ya. Enggak mungkinlah," kata Promono di Jakarta, Senin (23/9).

Adapun pembangunan Waduk Ciawi dan Sukamahi memang menurunkan masalah banjir namun belum bisa menyelesaikan persoalan air bersih, jelasPramonoyang ditemui usai dialog publik seni bersama calon gubernur dan calon wakil gubernur Jakarta 2024, di Taman Ismail Marzuki.

"Persoalan air bersih di Jakarta, pemerintahan sudah membangun Waduk Ciawi dan Sukamahi. Sodetan sudah diperbaiki Sentiong sudah dipasang pompa. 13 aliran sungai relatif sudah diperbaiki, memang menurunkan banjir, tapi belum bisa menyelesaikan air bersih," kata Pramono.

Oleh karena itu, kata dia, harus ada terobosan baru selain Waduk Jatiluhur untuk menyelesaikan persoalan air bersih Jakarta.

"Maka mau tak mau, suka tidak suka harus enggak boleh bergantung ke Waduk Jatiluhur harus ada terobosan baru waduk tempat air bersih di Jakarta," kata Pramono.

Lebih lanjut, untuk mendukung penyediaan air bersih di Jakarta, Pramono menegaskan penggunaan air tanah juga harus dikontrol dan pipanisasi juga mesti dilakukan.

"Penggunaan air tanah pun harus dikontrol. Pipanisasi harus dilakukan sehingga dengan demikian harus ada terobosan baru untuk sumber mata air bersih di Jakarta. Kalau enggak mungkin 5-10 tahun lagi kita punya persoalan serius untuk air bersih," kataPramono.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Vortex Tech, Teknologi Pemadaman Api dengan Gelombang Suara

Vortex Tech, Teknologi Pemadaman Api dengan Gelombang Suara

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.