Ribuan Anak Terpapar Judol, Puan Minta Pemerintah Perkuat Literasi Digital
📅 Jumat, 22 Mei 2026, 13:17 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: ANTARA
JAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah memperkuat gerakan nasional literasi digital secara sistematis dan berkelanjutan guna mencegah maraknya anak-anak yang terpapar judi daring.
Puan mengatakan fenomena judi daring di Indonesia kini semakin mengkhawatirkan karena anak-anak menjadi kelompok yang rentan terpapar.
“Fenomena judi daring di Indonesia saat ini memasuki fase yang jauh lebih mengkhawatirkan. Jika sebelumnya praktik ini identik dengan orang dewasa, kini anak-anak menjadi korban paling rentan,” kata Puan, Jumat (22/5).
Ia menyoroti data yang menyebut hampir 200 ribu anak Indonesia terpapar judi daring. Menurut dia, kondisi tersebut memerlukan intervensi serius melalui keterlibatan lintas lembaga dari berbagai sektor.
Selain penguatan literasi digital, Puan menilai pemerintah perlu menyiapkan program khusus untuk perlindungan karakter dan kesehatan mental anak di era digital.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, sekolah tidak dapat bekerja sendiri dalam mengawasi penggunaan ruang digital oleh anak. Keluarga harus menjadi benteng pertama dalam pengawasan tersebut.
“Lingkungan sosial anak juga perlu mengambil peran, baik di sekitar rumah, lingkungan pergaulan, maupun aktivitas lainnya,” ujar Puan.
Ia menambahkan pemerintah telah memiliki regulasi perlindungan anak di ruang digital melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Puan mendorong agar penerapan regulasi tersebut dilakukan lebih progresif, mulai dari langkah pencegahan hingga pemberian sanksi terhadap penyedia layanan yang membiarkan promosi judi daring.
Selain itu, ia meminta pemerintah mengaudit efektivitas sistem pemblokiran situs judi daring karena situs baru terus bermunculan dengan pola yang semakin sulit dilacak.
“Negara tidak boleh kalah cepat dibanding jaringan judi daring yang bergerak masif dan transnasional,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!