Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinkes DKI: Orang Tua Asuh Nyamuk ber-Wolbachia Harus Jaga Ember Berisi Telur

📅 Selasa, 24 Sep 2024, 17:24 WIB | Oleh:
Dinkes DKI: Orang Tua Asuh Nyamuk ber-Wolbachia Harus Jaga Ember Berisi Telur Doc: ANTARA/Bayu Pratama S
Ket. Arsip foto - Seorang petugas melakukan pengasapan (fogging) di kawasan permukiman, Kelurahan Grogol, Jakarta, Kamis (2/5/2024). Pengasapan tersebut untuk memberantas nyamuk aedes aegypti dalam upaya mencegah wabah demam berdarah dengue (DBD) di Jakarta.

JAKARTA - Dinas Kesehatan DKI Jakarta menekankan bahwa orang tua asuh nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia harus benar-benar menjaga ember berisi telur tersebut agar menetas sehingga populasi nyamuk nantinya seperti yang diharapkan.

Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Jakarta Maryati Kasiman dalam seminar bertema "Penguatan Implementasi Nyamuk Hebat Ber-Wolbachia melalui Pemberdayaan Masyarakat" yang diadakan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Selasa.

"Yang diasuh jentik-jentik yang diharapkan menetas menjadi nyamuk ber-Wolbachia. Yang dititipkan punya tanggung jawab, memahami apa yang dilakukan benar-benar menjaga agar telur tidak sia-sia," kata dia.

Orang tua asuh (OTA) ini, yakni orang yang bersedia mengasuh telur nyamuk Aedes aegypti mengandung bakteri Wolbachia. Maryati mengatakan para tenaga kesehatan yang tinggal di wilayah implementasi nyamuk ber-Wolbachia dapat menjadi OTA.

"Nanti disampaikan cara kerja (pada OTA), termasuk terkait ada penggantian paket karena dua minggu telur menetas untuk diganti telur baru, dilakukan penyesuaian teknis," ujar Maryati.

Nantinya, di rumah OTA akan ditempatkan ember berisi telur-telur nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia. Ember ini berukuran relatif kecil seperti wadah selai coklat dan dikecualikan saat para juru pemantau jentik melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk menekan demam berdarah dengue (DBD)

"Penempatannya (ember) oleh kader jumantik karena paling dekat dengan warga. Kan nanti diisi air, diberikan telur dan pakannya, nanti ember ditutup dan ditaruh di rumah OTA," kata Maryati.

Penempatan ember berisi telur di rumah OTA menjadi salah satu bagian dari implementasi pelepasan nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia. Di Jakarta, implementasi program rencananya dimulai pada 27 September 2024 berlokasi di Kembangan Utara, Jakarta Barat.

Setiap dua pekan sekali akan dipantau perkembangbiakan nyamuk pada ember yang dijaga OTA.

Implementasi nyamuk aedes aegypti ber-Wolbachia di satu wilayah dikatakan berhasil apabila populasi nyamuk ber-Wolbachia mencapai 60 persen dibandingkan populasi nyamuk lainnya.

"Penarikan ember ketika sudah enam bulan dilihat sudah 60 persen populasi nyamuk. Ember akan ditarik untuk digunakan di wilayah lain," kata Maryati.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.