Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Malaysia Tangkap Ratusan Orang terkait Kasus Pelecehan Anak di Panti

📅 Minggu, 22 Sep 2024, 13:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Malaysia Tangkap Ratusan Orang terkait Kasus Pelecehan Anak di Panti Doc: CNA/AP/Vincent Thian
Ket. Anggota Global Ikhwan Services and Business Holdings (GISB) dikawal oleh petugas polisi setelah menghadiri sidang di pengadilan di Seremban, Malaysia, 19 September 2024.

KUALA LUMPUR - Polisi Malaysia mengatakan telah menangkap 355 tersangka sebagai bagian dari penyelidikan atas pelecehan anak di panti asuhan yang dikelola oleh konglomerat Islam.

Inspektur Jenderal Polisi Razarudin Husain mengatakan Sabtu (21/9) para tersangka ditangkap dalam operasi untuk melacak sisa anggota Global Ikhwan Service and Business (GISB), yang diyakini polisi terkait dengan sekte Islam terlarang.

Dalam kasus yang diyakini sebagai kasus terburuk yang melanda negara itu, polisi mengatakan telah menangkap 355 orang, termasuk guru dan pengasuh agama, dan menyelamatkan lebih dari 400 anak-anak.

Di antara mereka yang ditangkap adalah pemimpin GISB Nasiruddin Ali dan 30 anggota kelompok lainnya.

Polisi melakukan penggerebekan di 82 tempat, termasuk rumah amal, klinik, bisnis, sekolah agama dan rumah pribadi, kata Razarudin.

Pada hari Selasa, Razarudin mengatakan pihak berwenang telah membekukan 96 akun yang terkait dengan kelompok yang berisi sekitar $124.000 dan menyita delapan kendaraan.

GISB awalnya membantah tuduhan tersebut. Mereka bersikeras tidak menjalankan panti yang digeledah di negara bagian Selangor dan Negeri Sembilan.

Namun dalam sebuah video yang diunggah di laman Facebook perusahaan tersebut minggu lalu, kepala eksekutif Nasiruddin mengakui "satu atau dua kasus sodomi" terjadi di tempat penampungan tersebut, sembari membantah tuduhan adanya penyiksaan yang meluas.

Pemeriksaan medis menunjukkan sedikitnya 13 anak mengalami pelecehan seksual, kata Razarudin.

Kasus ini telah memicu kekhawatiran tentang kesejahteraan anak-anak di fasilitas perawatan dan regulasi organisasi amal di Malaysia.

GISB telah lama menjadi kontroversi karena hubungannya dengan sekte Al-Arqam yang sekarang sudah tidak ada lagi, dan telah menghadapi pengawasan oleh otoritas agama di negara mayoritas Muslim tersebut.

Pemerintah Malaysia melarang Al-Arqam pada tahun 1994 karena ajarannya yang menyimpang. Anggota GISB pada tahun 2011 mendirikan "Klub Istri Taat" yang mengajak para wanita untuk menjadi "pelacur di ranjang" agar suami mereka tidak selingkuh.

Menurut situs webnya, GISB mengatakan bahwa mereka adalah perusahaan Islam yang menjalankan bisnis mulai dari supermarket hingga restoran, dan beroperasi di beberapa negara termasuk Indonesia, Prancis, dan Inggris.

Polisi meyakini 402 anak di bawah umur di panti tersebut semuanya adalah anak-anak anggota GISB, kata Razarudin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Daerah
Pemkot Kembali Gelar Bandun...
Alun-alun Bandung Resmi Dibuka Lagi! Walkot Farhan: Jam Operasionalnya Pukul 08.00-16.00 WIB

Alun-alun Bandung Resmi Dibuka Lagi! Walkot Farhan: Jam Operasionalnya Pukul 08.00-16.00 WIB

19 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.