Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Aturan Ekspor Ikan Hias Harus Dipermudah

📅 Jumat, 20 Sep 2024, 10:08 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Aturan Ekspor Ikan Hias Harus Dipermudah Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Regulasi dan proses ekspor ikan hias yang rumit menghambat laju ekspor hasil laut Indonesia. Karenanya, pemerintah diharapkan segera membenahi masalah tersebut agar ekspor ikan bisa berkontribusi lebih besar lagi ke depannya.

Anggota Komisi IV DPR RI Sulaeman L Hamzah menyoroti regulasi sering kali menjadi penghalang bagi pengusaha. Dia berharap agar berbagai aturan yang mempersulit ekspor ikan hias dapat segera dipermudah.

"Kita tidak bisa pasif dan kaku dengan aturan. Regulasi harus disesuaikan dengan keadaan sekarang. Jika pengusaha merasa kesulitan, maka itu adalah tugas kami di DPR bersama kementerian terkait untuk meninjau kembali aturan-aturan tersebut," ucap Sulaeman usai pertemuan tim di Bandung, Jawa Barat, Rabu, (18/9).

Dengan kemudahan regulasi dan dukungan dari pemerintah, Sulaeman optimistis budi daya ikan hias di Indonesia, terutama jenis-jenis bernilai tinggi, dapat berkembang lebih pesat dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap ekonomi nasional.

Dia juga menegaskan dukungan pemerintah terhadap pengusaha perlu diperkuat, khususnya di sektor budi daya ikan hias.

Hal ini seharusnya difokuskan pada aspek operasional seperti pengembangan budi daya dan mencari pasar, sementara pemerintah diharapkan memberikan dukungan lebih besar untuk mengatasi hambatan-hambatan, seperti proses karantina di bandara yang kerap menyulitkan pengiriman ekspor.

Anggota Komisi IV DPR RI, Mindo Sianipar menilai peran pemerintah sangat penting mendukung pengusaha, terutama dalam aspek regulasi dan fasilitasi ekspor. Menurutnyapengusaha harus difokuskan pada aspek operasional seperti budi daya dan mencari pasar, sedangkan pemerintah diharapkan memberikan dukungan agar hambatan-hambatan seperti proses karantina di bandara bisa lebih mudah dilalui.

Dirinya juga menyinggung tentang potensi besar Indonesia di sektor ikan hias. Meskipun negara tetangga mampu mengekspor lima kali lipat lebih banyak, sebagian besar ikan hias tersebut sebenarnya bersumber dari Indonesia.

"Negara tetangga didukung penuh oleh pemerintah mereka. Sementara kita, karena banyak prioritas lain yang diurus, belum optimal dalam mendukung sektor ini. Padahal, ikan hias bisa menjadi salah satu sumber devisa yang signifikan bagi negara," ungkapnya.

Menurutnya, dengan menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha besar dan kecil di industri ikan hias. Dia berharap pengusaha besar yang telah berpengalaman di pasar ekspor bisa membimbing pelaku usaha kecil, sehingga mereka juga bisa turut serta memasarkan ikan hias Indonesia ke pasar global.

Tak Merata

Sulaeman melanjutkan, saat ini pasar ikan hias di Indonesia masih didominasi oleh jenis-jenis umum seperti ikan koi, sementara ikan hias dengan nilai tinggi, seperti arwana, masih jarang ditemui. Karena itu, Sulaeman berharap Kementerian Kelautan dan Perikanan dapat lebih memperhatikan potensi ini di berbagai wilayah.

"Kita harus melihat secara menyeluruh potensi ikan hias di setiap daerah. Jika dikelola dengan baik, berbagai jenis ikan hias ini bisa dibudidayakan dan memberikan nilai tambah yang besar untuk kebutuhan ekspor," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Trump Klaim Russia-Ukraina ...

Kabar Menggembirakan, Jantho Telah Melahirkan Bocah ke-12

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kabar Menggembirakan, Janth...

Kawasan Ala Myeongdong Korea Akan Hadir di Jakarta

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kawasan Ala Myeongdong Kore...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.