Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tekan Anak Putus Sekolah, Pemerintah Kabupaten Batang Bangun Sekolah Rakyat

📅 Minggu, 10 Mei 2026, 12:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tekan Anak Putus Sekolah, Pemerintah Kabupaten Batang Bangun Sekolah Rakyat Doc: ANTARA
Ket. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang Willopo. 

BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memastikan segera membangun sekolah rakyat seluas 8,3 hektare di wilayah Kecamatan Subah sebagai upaya menekan anak putus sekolah.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang, Willopo, di Batang, Minggu (10/5), mengatakan bahwa kesiapan lahan sekolah rakyat dan infrastruktur menjadi faktor penentu di balik keputusan ini.

"Insyaa Allah 90 persen dibangun di Desa Clapar karena wilayahnya berada di kawasan permukiman perkotaan, jaringan listrik, dan PDAM juga sudah mendukung. Kalau (dibangun) di wilayah Kecamatan Bandar masih masuk lahan pertanian pangan berkelanjutan," katanya.

Menurut dia, sekolah rakyat ini semula akan dibangun di wilayah Kecamatan Bandar tetapi pemerintah daerah kembali mempertimbangkan beberapa kesiapan teknis dan faktor lainnya sehingga lembaga pendidikan ini dipindah ke Clapar.

"Langkah pemindahan ini bukan tanpa alasan kuat. Selain kesiapan teknis, antusiasme masyarakat Desa Clapar menjadi energi tambahan bagi pemerintah," katanya.

Berdasar Data Pokok Pendidikan akhir April 2026 tercatat ada 551 siswa  sekolah dasar, 1.400 siswa sekolah menengah pertama, dan 1.145 siswa SMA/SMK mengalami putus sekolah.

Ia mengatakan keberadaan sekolah rakyat ini memang dibutuhkan mengingat jumlah anak putus sekolah di daerah masih cukup tinggi.

"Oleh karena itu, kini ada sekitar 2 ribu anak yang menjadi sasaran utama agar mereka bisa kembali mengenyam pendidikan," katanya.

Camat Subah Moh  Yasin mengatakan kehadiran sekolah rakyat adalah jawaban atas minimnya fasilitas pendidikan tingkat atas di wilayah tersebut.

"Kami mewakili masyarakat Subah menyambut bahagia. Di Kecamatan Subah SMA hanya ada satu sehingga keberadaan sekolah rakyat nanti tentu akan sangat mendukung pendidikan di wilayah sini maupun daerah ini," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

35 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.