Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Antisipasi Lima Tantangan Ekonomi

📅 Jumat, 20 Sep 2024, 08:53 WIB | Oleh:
Antisipasi Lima Tantangan Ekonomi Doc: istimewa

SURAKARTA - Prospek perekomomian nasional menghadapi sejumlah tantangan berat, baik dari eksternal maupun internal. Karena itu, dibutuhkan langkah antisipasi guna menjaga kinerja perekonomian dalam negeri dalam jalurnya untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas pada 2045.

Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Perry Warjiyo, memperingatkan terdapat lima tantangan ekonomi ke depan yang perlu diantisipasi. "Kami melihat terdapat lima tantangan strategis ke depan yang perlu kita antisipasi untuk mewujudkan Indonesia Maju," ujar Perry dalam Kongres ISEI XXII 2024, di Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (19/9).

Tantangan pertama yaitu perubahan siklus ekonomi global yang bergerak dengan cepat. Ketidakpastian global berisiko menimbulkan kerentanan bagi perekonomian Indonesia.

"Karena itu, kebijakan publik dan stabilitas makroekonomi perlu dijaga," tambah dia.

Tantangan berikutnya, pertumbuhan ekonomi global mulai bergeser dari Amerika Serikat (AS) menuju negara-negara, seperti Tiongkok, Indonesia, dan India. Dengan pergeseran itu, hilirisasi dan reformasi struktural makin genting untuk dilakukan.

Tantangan ketiga ialah perubahan demografi. Sementara sejumlah negara maju mengalami penuaan populasi, Indonesia justru didominasi oleh generasi muda.

"Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang," ujar Perry.

Karena itu, Perry berpendapat digitalisasi perlu diperkuat untuk memastikan generasi muda dapat berkontribusi secara maksimal terhadap perekonomian.

Namun, lanjutnya, digitalisasi ekonomi itu menjadi tantangan keempat. Adopsi teknologi digital makin luas di berbagai sektor sejak pandemi Covid-19, termasuk di sektor UMKM.

"Untuk menjaga momentum ini, pemerintah perlu terus mendorong akselerasi digital," ujarnya.

Upaya itu juga turut dilakukan oleh BI. Sebagai contoh, BI menggencarkan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Berdasarkan data terakhir, transaksi QRIS tumbuh pesat sebesar 217,33 persen (year-on-year/ yoy), dengan jumlah pengguna mencapai 52,55 juta dan jumlah merchant 33,77 juta.

Tak hanya di dalam negeri, BI juga mendorong penggunaan QRIS lintas negara, seperti di Singapura, Malaysia, dan Thailand. "Itulah digitalisasi. Tidak hanya untuk sekarang, tapi juga milenial-milenial ke depan," katanya.

Tantangan terakhir, ujar Perry, yaitu inklusi ekonomi hijau untuk UMKM. Untuk itu, pemerintah perlu memastikan transformasi ini mencakup semua lapisan masyarakat agar inklusi ekonomi dapat tercapai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.